Kementerian Peringatkan Daerah Ancaman Krisis Air Mendatang

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) memperingatkan krisi air yang mengancam di beberapa wilayah, terutama di Pulau Jawa, karena permintaan air diprediksi meningkat sangat signifikan.

"Pasokan air Indonesia secara rata-rata masih stabil. Tapi, kalau dilihat per pulau atau wilayah, banyak yang mengalami kekuragan air berada di Pulau Jawa," ujar Direktur Kehutanan dan Konservasi Sumber Daya Air kementerian tersebut, Dadang Jainal Mutaqin.

Hal itu disampaikan dalam diseminasi Indonesia Environmental Outlook (IEO) 2026 di Jakarta pada Jumat (4/10). Ia mencatat wilayah-wilayah itu termasuk Jakarta, Jawa Timur, dan beberapa daerah di Jawa Barat.

Sementara itu, di luar Pulau Jawa, Medan dan Makassar termasuk daerah yang berisiko.

Merujuk data Bank Dunia 2021, potensi ketersediaan air Indonesia mencapai 3,9 miliar meter kubik per tahun, dengan 80 persen pasokan nasional digunakan untuk irigasi atau sektor pertanian.

Selain pertanian, lanjutnya, air juga penting untuk energi terbarukan, karena 7,5 persen listrik di Indonesia dihasilkan oleh pembangkit listrik tenaga air.

Namun, negara ini menghadapi beberapa tantangan terkait sumber daya airnya. Permintaan air diproyeksikan naik 31 persen pada 2045 dibanding level 2015, didorong pertumbuhan penduduk dan kenaikan permintaan industri yang empat kali lipat.

Di saat bersamaan, negara ini menghadapi ancaman penurunan muka tanah akibat eksploitasi air tanah, bersama tantangan 12,7 juta hektare lahan terdegradasi.

Untuk itu, konservasi sumber daya air menjadi fokus utama pemerintah, yang mendorong upaya dari pengendalian polusi dan pemantauan kualitas air hingga perlindungan dan pelestarian sumber air.

"Untuk kemandirian air, kami telah merintis program konservasi daerah aliran sungai. Ini mencakup rehabilitasi hutan dan lahan, pengelolaan sistem irigasi, pembangunan bendungan serbaguna, dan inisiatif lainnya," papar Mutaqin.

MEMBACA  Target Harga Honeywell (HON) Dipangkas, Mizuho Peringatkan Kondisi Industri Tidak Merata

Berita terkait: Indonesia targetkan 24 juta sambungan air rumah tangga pada 2029

Berita terkait: Menteri pastikan bantuan air bersih untuk pemulihan Sumatra

Berita terkait: Jakarta terbitkan aturan perketat kontrol penggunaan air gedung

Penerjemah: Prisca Triferna, Raka Adji
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar