Jakarta (ANTARA) – Kementerian Komunikasi dan Digital saat ini sedang mempercepat pembangunan infrastruktur digital. Mereka juga mendorong operator telekomunikasi untuk berinvestasi lebih banyak, dan memperluas akses internet ke daerah terpencil agar kecepatan internet nasional bisa mencapai rata-rata 100 Mbps.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, mengatakan akses internet yang berkualitas sudah menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Pemerintah pun menargetkan kecepatan internet rata-rata nasional 100 Mbps dalam dua tahun ke depan.
“Kami berkomitmen untuk mencapai 100 Mbps dalam waktu sekitar dua tahun ke depan, merata, dan dengan harga yang makin terjangkau,” kata Nezar dalam pernyataannya pada Minggu.
Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah terus berusaha membangun konektivitas yang merata di seluruh Indonesia, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi digital.
Nezar menjelaskan, peningkatan kualitas konektivitas ini adalah bagian dari strategi kementerian melalui visi “Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga”.
Menurutnya, infrastruktur digital yang lebih baik akan menjadi dasar untuk memperkuat ekonomi digital, meningkatkan produktivitas, dan memperluas akses ke layanan publik digital.
Untuk mencapai target ini, Kementerian Komunikasi dan Digital mendorong operator telekomunikasi memperluas investasi jaringan. Caranya dengan membangun lebih banyak infrastruktur serat optik, memperkuat layanan fixed broadband, dan menggunakan teknologi satelit untuk meningkatkan konektivitas di daerah yang sulit dijangkau.
Nezar menekankan bahwa memperluas akses internet yang merata masih menjadi prioritas utama pemerintah. Ia mencatat hingga kini masih ada laporan daerah tanpa sinyal, termasuk di beberapa bagian Pulau Jawa.
“Kita harus menutup celah infrastruktur dan konektivitas yang masih ada, termasuk daerah-daerah yang masih mengalami blank spot,” ujarnya.
Selain upaya pemerintah membangun infrastruktur di daerah tertinggal, kapasitas jaringan sedang diperkuat melalui gabungan serat optik, fixed broadband, dan konektivitas satelit untuk membuat internet lebih andal.
Nezar juga mengakui kebutuhan masyarakat akan konektivitas semakin besar. Ia memberi contoh, saat bencana alam, pemulihan telekomunikasi menjadi salah satu kebutuhan yang paling mendesak setelah bantuan darurat.
“Kalau terjadi bencana, orang tidak hanya minta bantuan makanan, tetapi juga minta sinyal HP pulih lagi. Ini membuktikan bahwa konektivitas sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.