Jakarta (ANTARA) – Kementerian Kesehatan telah memfokuskan pada pemulihan layanan kesehatan dan kapasitas operasional di seluruh Sumatra sejak Januari melalui serangkaian tindakan. Tindakan ini termasuk menilai kondisi fasilitas, memenuhi kebutuhan mendesak, dan mengaktifkan kembali layanan di fasilitas kesehatan yang rusak.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pada Rabu bahwa bencana baru-baru ini menyebabkan kerusakan luas pada infrastruktur kesehatan. Kerusakan ini meliputi bangunan, peralatan medis, dan ambulans.
Dia menjelaskan, kementerian telah berkoordinasi dengan beberapa perusahaan otomotif untuk memperbaiki ambulans yang rusak. Dari 204 ambulans yang terdampak, 85 unit telah diperbaiki dan sekarang sudah beroperasi kembali.
Sadikin mencatat bahwa empat puskesmas masih mengalami kerusakan parah. Fasilitas-fasilitas ini berlokasi di Kecamatan Lokop, Kabupaten Aceh Timur; Kecamatan Jambur Lak Lak, Kabupaten Aceh Tenggara; Kecamatan Rusip Antara, Kabupaten Aceh Tengah; dan Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen.
Untuk fasilitas di Lokop dan Jambur Lak Lak, kementerian sedang menyiapkan rencana relokasi. Sementara proses ini berlangsung, puskesmas modular telah didirikan untuk memastikan layanan kesehatan sementara tetap tersedia bagi masyarakat setempat.
Kementerian juga menangani kebutuhan air bersih dengan membangun sumur bor di fasilitas yang terdampak. Dari 77 puskesmas yang membutuhkan akses air bersih, 13 telah dilengkapi sumur, 16 sedang dalam proses pembangunan, dan 48 dijadwalkan untuk pengembangan.
Sadikin menambahkan bahwa fasilitas laboratorium sedang dinilai untuk menentukan apakah peralatan yang rusak masih bisa diperbaiki. Untuk peralatan yang dianggap tidak bisa diperbaiki lagi, kementerian mencari dukungan donor untuk pengadaan penggantinya agar kontinuitas layanan terjaga.
Menurut dia, upaya pemulihan di sektor kesehatan berjalan relatif cepat. Ini karena kementerian telah bekerja sama erat dengan pemerintah daerah untuk memprioritaskan pemulihan layanan kesehatan.
Dia menyebut hemodialisis sebagai salah satu layanan kritis yang harus segera dipulihkan. Gangguan yang berkepanjangan dapat menimbulkan risiko serius bagi nyawa pasien.
Sadikin juga mengungkapkan apresiasi kepada banyak tenaga medis yang telah sukarela mendukung upaya pemulihan di daerah terdampak. Apresiasi juga untuk pemangku kepentingan lain yang telah berkontribusi pada kemajuan keseluruhan.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Bencana BNPB Abdul Muhari mengatakan, penerjangan cepat personel dan sumber daya oleh kementerian mencerminkan komitmen kuat pemerintah dalam membantu masyarakat terdampak.
Dia menekankan bahwa upaya pemulihan didorong di semua sektor. Tujuannya agar warga di tiga provinsi terdampak dapat kembali ke kondisi normal secepatnya.
Berita terkait: Sebanyak 366 puskesmas di Aceh yang terdampak bencana kini beroperasi
Berita terkait: Kementerian kirim 600 tenaga kesehatan bantu warga terdampak banjir
Reporter: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: Primayanti
Hak Cipta © ANTARA 2026