Jakarta (ANTARA) – Kementerian Kesehatan membutuhkan dana sebesar Rp529,3 miliar (sekitar US$31,2 juta) untuk merenovasi fasilitas kesehatan dan rumah para tenaga kesehatan yang rusak akibat banjir dan tanah longsor baru-baru ini di Sumatra.
“Saat ini, semua rumah sakit dan puskesmas sudah beroperasi kembali,” ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam rapat dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Jakarta, Rabu.
Dia menyatakan bahwa dana tersebut diperlukan untuk memperbaiki sekitar 3.000 fasilitas kesehatan dan kira-kira 8.800 rumah tenaga kesehatan yang terdampak bencana.
Renovasi ini ditargetkan dapat mengembalikan fasilitas yang rusak agar beroperasi penuh pada Maret 2026.
Menteri Budi menambahkan bahwa permintaan pendanaan ini telah diajukan kepada Presiden Prabowo Subianto pada 20 Januari lalu, disertai permohonan untuk percepatan persetujuan.
Data mengenai tenaga kesehatan yang terdampak telah diverifikasi oleh Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri.
Budi berharap dana tersebut sudah bisa dicairkan pada bulan Maret mendatang.
Dalam rapat yang sama, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa alokasi yang diminta bisa dimasukan kedalam anggaran yang diusulkan untuk Satuan Tugas Penanggulangan Bencana.
Dia juga menyebutkan, dari anggaran awal sebesar Rp60 triliun (hampir US$3,6 miliar) untuk pemulihan pascabencana, masih tersedia porsi yang cukup besar.
Berita terkait: Indonesia says 280 disaster-hit health facilities back in operation
Berita terkait: Health services in flood-hit Sumatra fully restored, minister says
Penerjemah: Mecca Yumna, Resinta Sulistiyandari
Editor: Anton Santoso
Hak Cipta © ANTARA 2026