Kementerian Kesehatan Tinjau Insiden Hampir Tertukarnya Bayi di Bandung

Jakarta (ANTARA) – Kemenkes RI menyatakan kasus hampir tertukarnya bayi di RSUP Hasan Sadikin Bandung, Jawa Barat, sedang dievaluasi untuk memastikan kepatuhan pada prosedur dan mencegah terulang kembali.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, mengatakan pada Jumat (21/3) bahwa rumah sakit telah meminta maaf pada pasien, sementara keluarga juga meminta maaf setelah insiden yang bermula dari kesalahpahaman ini viral di media sosial.

Dia menjelaskan bahwa sang ibu menitipkan bayinya pada petugas kesehatan saat menyelesaikan administrasi.

Petugas yang bertugas di klinik anak itu kemudian menyerahkan bayi tersebut ke orang lain.

"Tidak ada niatan kriminal; ini merupakan kesalahan dari petugas kesehatan," kata Muhawarman.

Dia menambahkan, insiden ini mengingatkan pentingnya menaati prosedur operasional standar dan menghindari meninggalkan bayi tanpa pengawasan.

Sebelumnya, seorang ibu, Nina Saleha (27), membagikan di media sosial bahwa dia sempat meninggalkan bayinya dan kembali setelah merasa ada yang tidak beres, hanya untuk menemukan anaknya sedang digendong orang lain.

Dia mengenali bayinya dari pakaian dan selimut yang dipakai dan memastikan itu adalah anaknya.

Menurutnya, perawat mengatakan telah memanggilnya beberapa kali namun tidak mendapat respon sebelum menyerahkan bayi ke orang lain. Gelang identitas bayi juga telah dilepas.

RSUP Hasan Sadikin telah meminta maaf atas kejadian ini.

"Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang dialami Ibu Nina Saleha," ujar Direktur Utama RSUP Hasan Sadikin, Rachim Dinata Marsidi, menambahkan bahwa evaluasi menyeluruh akan dilakukan.

Berita terkait: Polisi tetapkan 12 tersangka dalam kasus perdagangan bayi
Berita terkait: Polisi selamatkan dua bayi laki-laki dari upaya perdagangan

Penerjemah: Mecca Yumna, Resinta Sulistiyandari
Editor: Anton Santoso
Hak Cipta © ANTARA 2026

MEMBACA  WellTheory Kumpulkan $14 Juta untuk Ubah Kesehatan AutoimunStartup AI ini didanai General Catalyst, Accel, dan 7wire Ventures guna menjangkau jutaan pasien.

Tinggalkan komentar