Jakarta (ANTARA) – Kementrian Kesehatan sudah mulai memberikan vaksinasi campak di beberapa lokasi sejak Senin, 5 Januari, untuk mencegah penyebaran penyakit ini di kalangan anak-anak yang mengungsi.
“Dari penyakit menular yang kami pantau dengan ketat, campak adalah perhatian utama kami,” kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada Rabu dalam konferensi pers bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Dia menjelaskan bahwa campak memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi di antara penyakit menular. Oleh karena itu, kementerian telah meluncurkan program imunisasi tertarget untuk melindungi anak-anak di daerah terdampak bencana. Risiko penularan campak telah teridentifikasi di lima kabupaten, tambahnya.
Selain itu, kementerian telah mendeteksi keberadaan penyakit menular lain di antara pengungsi, termasuk tuberkulosis dan leptospirosis.
Pemantauan di posko pengungsian menunjukkan bahwa penyakit yang paling umum di warga terdampak adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), penyakit kulit, dan diare. Kementerian telah memberikan pengobatan dan obat yang sesuai untuk menangani kondisi ini.
Pada kesempatan yang sama, menteri menyatakan bahwa sekitar 4.000 relawan kesehatan telah dikerahkan ke daerah terdampak bencana di Aceh untuk memastikan kelangsungan layanan kesehatan.
Selain menangani masalah kesehatan fisik, para relawan juga memberikan dukungan kesehatan jiwa, katanya.
Dia menyoroti inisiatif beberapa relawan yang melibatkan anak-anak melalui bermain dan bercerita untuk membantu meringankan trauma dan meningkatkan kesehatan psikologis mereka.
“Setiap grup yang dikerahkan mencakup sekitar 30 hingga 35 psikolog klinis yang bercerita, menghibur, dan membuat anak-anak tertawa, karena tidak semua masalah bersifat fisik,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan pengerahan personel dan sumber daya kementerian yang cepat mencerminkan komitmen pemerintah untuk mendukung masyarakat terdampak.
“Kami ingin mempercepat upaya pemulihan di semua aspek agar saudara-saudara kita di ketiga provinsi terdampak dapat pulih secepatnya,” kata Muhari.
Berita terkait: 3.719 profesional relakan diri berikan pengobatan di Aceh: pemerintah
Berita terkait: Indonesia kerahkan grup kedua 366 tenaga kesehatan ke Aceh terdampak banjir
Reporter: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: Primayanti
Hak Cipta © ANTARA 2026