Jakarta (ANTARA) – Kementerian Kesehatan menyatakan, menurut Pusat Operasi Darurat Kesehatan (HEOC), sekitar 4.000 relawan terdaftar telah dikerahkan ke daerah terdampak bencana di Sumatra, khususnya Aceh. Mereka memberikan layanan kesehatan di 16 kabupaten di provinsi tersebut.
“Sekitar 4.000 relawan yang terdaftar. Ada juga kira-kira 1.000 relawan tidak terdaftar yang langsung turun ke lapangan. Kami tidak melarang, tapi lebih baik mereka mendaftar dulu,” ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada Rabu dalam konferensi pers bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Melalui HEOC, kementerian mengatur pergiliran dan jadwal kerja relawan untuk memastikan layanan kesehatan tetap tersedia setiap saat, katanya.
Relawan berasal dari berbagai institusi dan organisasi, termasuk Médecins Sans Frontières (MSF), rumah sakit, asosiasi profesi, fakultas kedokteran di universitas, serta politeknik kesehatan.
Sadikin mencatat banyak sekali orang yang berpartisipasi sebagai relawan, mencerminkan rasa solidaritas dan empati masyarakat Indonesia yang kuat.
Dia menekankan bahwa relawan harus tangguh dan memiliki kemampuan komunikasi yang baik, karena mereka diminta memberikan dukungan kesehatan jiwa kepada pengungsi, termasuk anak-anak, selain menangani penyakit fisik.
“Ketika ada yang sakit parah, relawan harus bisa berkoordinasi dengan BNPB atau Basarnas untuk mengatur rujukan, termasuk evakuasi medis dengan helikopter jika diperlukan,” jelasnya.
Sebagai bagian dari setiap gelombang penugasan, kementerian mengirim sekitar 30 hingga 35 psikolog klinis untuk memenuhi kebutuhan kesehatan jiwa.
“Mereka bercerita, menghibur, dan membuat anak-anak tertawa, karena tidak semua masalah itu fisik. Banyak yang mengalami trauma, termasuk kehilangan orang tua, dan ini juga harus kita tangani sebaik mungkin,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi BNPB Abdul Muhari mengatakan, pengiriman personel dan sumber daya yang cepat oleh kementerian mencerminkan komitmen pemerintah untuk membantu masyarakat terdampak bencana.
“Kami mendorong kemajuan di segala aspek pemulihan agar masyarakat di tiga provinsi terdampak bisa kembali normal secepatnya,” kata Muhari.
Berita terkait: Kementerian percepat pemulihan kapasitas layanan kesehatan pasca bencana Sumatra
Berita terkait: Kemenkes luncurkan vaksinasi campak untuk anak-anak pengungsi
Reporter: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: Primayanti
Hak Cipta © ANTARA 2026
https://worldnutritionjournal.org/index.php/wn/user/getInterests?term=44742019229&o2x=r7BS