Kementerian-Kementerian Didorong Percepat Pendanaan Rehabilitasi Sumatra

Tim Satgas Pemulihan Bencana Indonesia mendesak kementerian dan lembaga untuk mempercepat alokasi serta pencairan anggaran demi mempercepat rehabilitasi pascabencana di tiga provinsi yang terkena banjir dan tanah longsor.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, yang juga menjabat sebagai ketua satgas, menekankan pentingnya penganggaran yang efisien untuk pemulihan yang lebih cepat di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Dalam pernyataan pada Minggu, Karnavian mengungkapkan bahwa pemerintah dan DPR telah menyetujui rencana induk pemulihan yang menargetkan selesai pada tahun 2028.

Rensana tersebut mencakup 11.512 program dengan total pendanaan mencapai Rp100,166 triliun atau setara dengan lebih dari US$5,5 miliar.

“Segera ajukan usulan anggaran yang berdasarkan rencana induk kepada Menteri Keuangan,” ujar Karnavian kepada institusi pemerintahan.

Dia menambahkan, penganggaran awal sangat penting untuk mencegah keterlambatan ketika upaya pemulihan mulai bergerak dari tahap tanggap darurat menuju rehabilitasi jangka panjang.

“Kita kini sedang transisi ke upaya pemulihan permanen,” jelasnya, sambil menegaskan bahwa koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah harus tetap dijaga.

Data satgas menunjukkan bahwa per 3 Juni, beberapa lembaga telah memulai diskusi anggaran dengan Kementerian Keuangan atau menerima pagu belanja. Lembaga tersebut antara lain Kemendagri, Kementerian PU, Kemendikbud, Kemenkes, dan Kemenag.

Kementerian dan lembaga lain masih menyelesaikan proses internal, termausk penyiapan dokumen pendukung.

Karnavian juga menyampaikan bahwa pemulihan sektor pertanian telah mencapai 63 persen, dengan aktivitas tanam sudah dimulai di beberapa daerah di Aceh.

Selain itu, revitalissai sekolah terus berjalan, sementara otoritas mempercepat pembangunan rumah permanen bagi masyarakat terdampak.

MEMBACA  Bantu Percepat Pemulihan Aceh, Haji Isam Kirim 10 Ekskavator

Tinggalkan komentar