Jakarta (ANTARA) – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, telah meluncurkan gerakan donor darah berbasis desa dengan melibatkan masyarakat di seluruh Indonesia untuk memenuhi kebutuhan stok darah nasional.
Susanto menyatakan inisiatif ini dimaksudkan untuk menjadi kegiatan rutin dan tidak terbatas hanya pada acara tahunan seperti peringatan Hari Desa.
“Gerakan ini tidak hanya melibatkan satu atau dua desa saja. Akan dilaksanakan di semua desa sebagai gerakan donor darah berbasis desa secara nasional,” ujarnya dalam pertemuan dengan Wakil Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) DKI Jakarta, Eko Witjaksono, di kantor kementerian pada Kamis.
Dia menjelaskan inisiatif ini diluncurkan menanggapi tingginya permintaan darah di Indonesia setiap tahunnya, yang diperkirakan sekitar 5,6 juta kantong darah. Namun, pasokan darah yang ada sering kali tidak mencukupi.
Menurut Susanto, dukungan dari masyarakat desa sangat penting, mengingat mereka mewakili sebagian besar penduduk Indonesia. Dia juga mencatat bahwa masih ada miskonsepsi tentang efek donor darah rutin yang beredar di beberapa warga desa.
“Kami yakin dengan meningkatnya literasi donor darah, masyarakat desa akan lebih bersedia mendonorkan darahnya secara sukarela untuk kepentingan bangsa. Kerjasama dengan tokoh masyarakat terpercaya sangat penting untuk menyampaikan bahwa donor darah itu bermanfaat bagi kesehatan, baik bagi pendonor maupun penerima,” jelasnya.
Sementara itu, Witjaksono menyambut baik rencana memasukan kegiatan donor darah ke dalam peringatan Hari Desa 2026, menyebutnya sebagai langkah strategis yang berdampak luas, mengingat keterlibatan masyarakat di 75.266 desa di seluruh tanah air.
“Ini merupakan inisiatif yang patut dipuji karena donor darah dapat menyelamatkan nyawa. Kami menghargai semua pendonor yang mendaftar secara sukarela dan berkontribusi pada upaya kemanusiaan ini,” ucapnya.
Berita terkait: Ketua PMI ajak masyarakat donor darah untuk kesehatan yang lebih baik
Berita terkait: Jusuf Kalla: PMI dan IFRC tingkatkan kerjasama kesiapsiagaan bencana
Penerjemah: Tri, Kenzu
Editor: Primayanti
Hak Cipta © ANTARA 2026