Jakarta (ANTARA) – Indonesia meningkatkan tata kelola risiko pariwisata di Labuan Bajo lewat proyek percontohan yang bertujuan membangun ekosistem asuransi komprehensif, seiring lonjakan jumlah pengunjung dan kekhawatiran akan keselamatan yang masih ada, kata para pejabat.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, bersama PT Jasaraharja Putera, meluncurkan inisiatif ini melalui diskusi kelompok terfokus (FGD) yang digelar Senin di Golo Mori Convention Center, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.
“Sinergi antara pemerintah, industri, dan otoritas lokal adalah kunci untuk memastikan pariwisata yang aman dan berkualitas,” kata Deputi Bidang Koordinasi Industri, Ketenagakerjaan, dan Pariwisata Dida Gardera dalam keterangan pada Rabu.
Dia menyatakan program ini sejalan dengan Undang-Undang Pariwisata dan regulasi menteri tahun 2025 tentang klasifikasi usaha berbasis risiko, yang bertujuan memperkuat perlindungan di sektor pariwisata.
Tantangan keselamatan pariwisata Indonesia masih signifikan. Negara ini menduduki peringkat ke-54 global untuk keselamatan dan keamanan dalam Indeks Pengembangan Pariwisata dan Perjalanan 2024, sementara kecelakaan terkait pariwisata naik 28,57 persen pada 2025.
Di sisi lain, Labuan Bako — salah satu destinasi prioritas Indonesia — mencatat peningkatan tajam pengunjung, dari 60.439 pada 2021 menjadi 476.566 pada 2025, yang menggarisbawahi kebutuhan akan manajemen risiko yang lebih baik.
Sekretaris Daerah Manggarai Barat Fransiskus Sales Sodo mengatakan penguatan cakupan asuransi akan meningkatkan kualitas dan ketahanan industri pariwisata lokal.
Direktur Utama PT Jasaraharja Putera Abdul Haris menyatakan perusahaan siap meningkatkan literasi risiko dan menyesuaikan produk asuransi dengan kebutuhan spesifik destinasi.
“Kami berujuan memberikan perlindungan komprehensif yang membangun kepercayaan di kalangan wisatawan dan pelaku industri,” ujarnya.
Acara ini juga menandai penandatanganan nota kesepahaman antara PT Jasaraharja Putera dan Pemerintah Manggarai Barat mengenai manajemen risiko pariwisata dan asuransi tanggung gugat publik.
Labuan Bajo diharapkan menjadi proyek percontohan yang dapat direplikasi di destinasi prioritas lainnya.
Berita terkait: Bandara Komodo akan tambah penerbangan langsung ke Singapura pada Maret
Berita terkait: Kementerian promosikan investasi di kawasan wisata Parapuar Labuan Bajo
Reporter: Azis Kurmala
Editor: Rahmad Nasution
Hak Cipta © ANTARA 2026