WARTAKOTALIVECOM, Jakarta – Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI nyampein belasungkawa atos meninggalnya lima peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tahun 2026 yang ikut rangkaian latihan bela negara dan pelatihan manajerial.
Kejadian ini bikin pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program, terutama soal keselamatan peserta dan pengawasan kesehatan selama pendidikan.
Dalam keterangan resminya, Kemhan nyampein rasa duka cita yang mendalam ke keluarga para peserta yang meninggal.
Kementerian negesin kalo keselamatan peserta jadi perhatian utama dalam setiap penyelenggaraan program pembinaan.
“Kementerian Pertahanan Republik Indonesia menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga peserta yang meninggal dunia dalam pelaksanaan Program SPPI KDKMP-KNMP Tahun 2026,” begitu pernyataan dari Kemhan.
Kemhan jelasin, Program SPPI KDKMP-KNMP ini bagian dari usaha pemerintah nyiapin sumber daya manusia yang bakal ngelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih.
Para peserta dikasih pelatihan bela negara, pembentukan karakter, disiplin, kepemimpinan, sama kemampuan manajerial biar bisa jalanin tugas di lapangan.
Menurut Kemhan, semua peserta yang ikut pendidikan udah lewat tahapan seleksi administrasi dan pemeriksaan kesehatan sesuai prosedur sebelum dinyatakan layak ikut pelatihan.
“Seluruh peserta telah menjalani proses seleksi kesehatan dan pemeriksaan medis sesuai prosedur sebelum mengikuti pelatihan,” tulis Kemhan.
Meski gitu, waktu pelaksanaan latihan, ada beberapa peserta yang ngalami gangguan kesehatan. Mereka langsung dapet penanganan medis dan dirujuk ke fasilitas kesehatan buat dapet perawatan intensif. Tapi, lima peserta akhirnya dinyatakan meninggal.
Nanggepi kejadian ini, pemerintah nyatakan bakal ngelakuin evaluasi menyeluruh terhadap semua rangkaian pelaksanaan program.
Evaluasi dilakukan bareng Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kementerian Kesehatan buat ngidentifikasi berbagai aspek yang perlu diperbaiki, terutama soal sistem pengawasan kesehatan selama pendidikan.
Kemhan negesin kalo hasil evaluasi bakal jadi dasar perbaikan penyelenggaraan program ke depannya biar kejadian serupa gak terjadi lemebih.
“Pemerintah bersama TNI dan Kementerian Kesehatan telah melakukan evaluasi menyeluruh untuk memastikan keselamatan peserta serta memperkuat sistem pengawasan medis dalam pelaksanaan program pelatihan ke depan,” demikian pernyataanKemhan.
Selain aspek medis, evaluasi juga diarahkan ke mekanisme pemantauan kondisi fisik peserta selama latihan, jadi setiap tanda gangguan kesehatan bisa dideteksi lebih awal dan langsung dapet penanganan yang memadai.