loading…
Houthi menenggelamkan kapal Eternity C di Laut Merah. Foto/port technology
SANAA – Awak kapal Yunani Eternity C yang ditenggelamkan oleh Ansar Allah (Houthi), mungkin akan dibebaskan sebagai bagian dari perjanjian gencatan senjata Gaza antara Hamas dan Israel. Pernyataan ini disampaikan pejabat Houthi, Muhammad al-Buheiti, ke Sputnik.
Pengecualian bisa diberikan untuk pelaut Rusia yang ditahan. "Kami selalu menghubungkan nasib kapal dan awaknya dengan negosiasi Hamas-Israel. Secara umum, seperti yg Anda ingat, skenario serupa terjadi dengan awak Galaxy Leader," kata al-Bukhaiti.
Dia juga mencatat "pengecualian dan kesepakatan dengan pihak ketiga" bisa terjadi, tapi keputusan akhir tetap di tangan komando militer.
"Operasi militer kami fokus untuk menekan Israel, dan hasilnya harus terlihat dalam perundingan Palestina-Israel soal gencatan senjata di Gaza. Tapi, saya izinkan beberapa pengecualian dan kesepakatan pihak ketiga, meski keputusan akhir tetap di pimpinan militer," ujarnya saat ditanya soal kemungkinan pembebasan pelaut Rusia Alexei Galaktionov.
Pada 17 Juli, pejabat senior Kemenlu Yaman yang dikontrol Houthi bilang ke Sputnik bahwa seorang pelaut Rusia berhasil diselamatkan dari kapal Eternity C yang tenggelam dan sedang dirawat.
Houthi merilis video di hari Senin yang katanya menunjukkan pelaut Rusia Alexei Galaktionov, yang diselamatkan dari kapal kargo itu setelah kapalnya tenggelam di Laut Merah.
Baca juga: Rudal Hipersonik Houthi Serang Target Sensitif di Israel
(sya)