Kekayaan Megadiversitas Indonesia Menuju Poros Budaya Dunia

Surabaya, Jawa Timur (ANTARA) – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan bahwa Indonesia memiliki potensi untuk menjadi pusat kebudayaan global, mengingat megadiversitas budayanya yang sangat luas.

“Dengan lebih dari 17.000 pulau, sekitar 1.340 kelompok etnik, dan ratusan bahasa lokal, Indonesia dikenal sebagai negara dengan megadiversitas budaya, yang berpotensi untuk menjadi pusat kebudayaan dunia,” katanya dalam pernyataan yang diterima pada Minggu.

Hal tersebut ia sampaikan saat menghadiri Baitul Arqom Mahasiswa 2026 di Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura).

Dalam kesempatan itu, Fadli memperkenalkan istilah “Out of Nusantara” untuk menekankan posisi strategis Indonesia dalam sejarah migrasi manusia.

“Selama ini, masyarakat mengenal teori Out of Africa. Namun, bukan tidak mungkin nenek moyang dari Indonesia bermigrasi ke Pasifik, Australia, dan bahkan Afrika,” lanjutnya.

Menurut dia, beberapa temuan menunjukkan jejak kehidupan manusia prasejarah di Nusantara yang berusia 60.000 hingga 70.000 tahun, sehingga memperluas kajian yang menelusuri rute migrasi manusia.

Selain prasejarah, menteri itu juga menyoroti peran museum sebagai etalase peradaban. Dia mencontohkan Museum Louvre di Paris, dan beberapa museum besar di Amerika Serikat sebagai pusat identitas budaya dan edukasi publik.

“Kami berharap museum-museum di Indonesia dapat menjadi pusat pendidikan dan etalase peradaban bangsa,” ungkapnya.

Lebih lanjut, menteri menekankan karakter sejarah Indonesia sebagai tempat pertemuan berbagai peradaban, yang relatif bebas dari konflik besar, serta memiliki apresiasi kuat terhadap perbedaan dan toleransi, khususnya antar umat beragama.

Dia menjelaskan bahwa meskipun Indonesia pernah dibentuk oleh tradisi Hindu dan Buddha, warisannya tetap dilestarikan oleh umat Islam sebagai penduduk mayoritas. Kini, Candi Borobudur, Candi Prambanan, Candi Mendut, dan Candi Plaosan tetap terpelihara dengan baik.

MEMBACA  Inter Milan Menghantam Atalanta 4-0, Marcus Thuram Menjadi Bintang

“Toleransi semacam inilah yang membuat Islam mudah diterima di berbagai tempat, termasuk di Indonesia,” paparnya.

Berita terkait: Indonesia promosikan sineas di Festival Film Rotterdam 2026
Berita terkait: Fadli Zon luncurkan buku untuk jaga warisan budaya Sumatera yang kaya

Penerjemah: Willi Irawan, Resinta Sulistiyandari
Editor: Arie Novarina
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar