Rabu, 7 Januari 2026 – 18:32 WIB
Washington, VIVA – Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan bahwa Amerika Serikat berupaya untuk membeli Greenland. Ia menekankan bahwa pernyataan-pernyataan terbaru mengenai pulau tersebut tidak boleh diartikan sebagai sinyal untuk invasi militer, menurut laporan media AS pada Selasa.
Hal ini disampaikan Rubio kepada anggota parlemen AS dalam sebuah pengarahan tertutup, bahwa Washington tidak berencana menginvasi Greenland, tetapi ingin membelinya dari Denmark.
New York Times melaporkan hal serupa, dengan tambahan bahwa Presiden AS Donald Trump telah meminta stafnya untuk menyiapkan rencana terbaru guna mengakuisisi Greenland. Trump telah mengemukakan ide ini sejak masa jabatan pertamanya.
Pemerintahan AS baru-baru ini meningkatkan retorikanya tentang Greenland. Pada hari Selasa, Gedung Putih menyatakan bahwa opsi penggunaan kekuatan militer tetap merupakan salah satu pilihan yang dipertimbangkan.
"Presiden dan timnya sedang membahas berbagai pilihan untuk mencapai tujuan kebijakan luar negeri ini, dan tentu saja, penggunaan Militer AS selalu merupakan opsi yang tersedia bagi Panglima Tertinggi," ujar juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt.
Setelah intervensi militer AS di Venezuela, Katie Miller, istri dari Wakil Kepala Staf Gedung Putih Stephen Miller, mengunggah gambar di X yang menampilkan peta Greenland dengan bendera AS dan kata "SEGERA".
Menanggapi langkah provokatif ini, Duta Besar Denmark untuk AS Jesper Moller Sorensen mengatakan bahwa Kopenhagen mengharapkan penghormatan terhadap integritas teritorial kerajaan mereka. Ia menyebut gambar tersebut sebagai tindakan yang tidak sopan.
Presiden AS Donald Trump berulang kali menyatakan bahwa Greenland seharusnya menjadi bagian dari Amerika Serikat, dengan alasan kepentingan strategisnya bagi keamanan nasional dan kehadiran NATO di kawasan Arktik.
Baca Juga:
- Dampak Konflik AS-Venezuela ke RI Terbatas, CSIS Sebut Indonesia Punya Peluang Ekonomi
- Rusia Kerahkan Kapal Selam Mengawal Tanker dari Venezuela yang Diburu AS
- Istana: Prabowo Segera Teken Tarif RI-AS, Harapannya Akhir Bulan
Kesepakatan Tarif dengan AS Berdampak ke Mitra Dagang RI, CSIS Ingatkan Risikonya
Deni memperingatkan risiko jangka panjang dari kesepakatan tarif Amerika Serikat (AS) dan Indonesia, yang saat ini hampir rampung, dengan para mitra dagang RI lainnya.
VIVA.co.id | 7 Januari 2026