Kecelakaan Pesawat ATR: Keluarga Korban Serahkan Sampel DNA untuk Identifikasi

Makassar, Sulawesi Selatan (ANTARA) – Keluarga Muhammad Farhan Gunawan, salah satu korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, mendatangi Pos Ante-Mortem Polda Sulsel di Makassar untuk memberikan sampel DNA.

“Hari ini, anggota keluarga datang ke pos DVI untuk memberikan informasi mengenai hubungan keluarga dengan korban, termasuk menyerahkan sampel DNA,” kata Kepala Divisi Kedokteran dan Kesehatan Polda Sulawesi Selatan, Komisaris Besar Muhammad Haris, di Makassar pada Minggu (18 Januari).

Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kecocokan DNA dengan korban jika jenazahnya ditemukan dan mempermudah identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).

Anggota keluarga yang sampel DNA-nya diambil adalah Haerul Gunawan, adik kandung korban.

“Jika jenazah ditemukan, akan segera dicocokkan dengan sampel yang sudah diambil,” tambah Haris.

Selain keluarga korban Muhammad Farhan di Sulawesi Selatan, keluarga dari Esther Aprilita, pramugari pesawat ATR tersebut, juga mendatangi Polda Jawa Barat untuk memberikan sampel DNA.

Haris mengatakan bahwa timnya telah berkoordinasi untuk menghubungi keluarga korban guna mendapatkan informasi dan sampel DNA.

“Kami aktif mendatangi dan menghubungi keluarga untuk pengambilan sampel,” ujarnya.

Sebelumnya, Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro menyebutkan Rumah Sakit Bhayangkara di Klinik Kesehatan Polda Sulsel digunakan sebagai pusat identifikasi korban, dengan personel dari unit Disaster Victim Identification (DVI) Polri yang diterjunkan di lokasi.

“Sejauh ini, keluarga korban sudah ada yang datang untuk pemeriksaan post-mortem dan verifikasi data. Salah satunya adalah adik dari co-pilot pesawat,” jelasnya.

Untuk mendukung penyelidikan, polisi telah berkoordinasi dengan dinas kesehatan daerah untuk melakukan pemeriksaan post-mortem dan ante-mortem guna mengidentifikasi korban.

Pesawat tersebut mengangkut 10 orang: tujuh awak kabin dan tiga penumpang. Ketiga penumpang teridentifikasi sebagai pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP): Ferry Irawan, Deden Mulyana, dan Yoga Naufal.

MEMBACA  Kementerian akan membahas regulasi keselamatan online anak dengan operator.

Awak pesawat terdiri dari pilot Kapten Andi Dahananto, co-pilot Muhammad Farhan Gunawan, serta awak kabin Hariadi, Restu Adi, Dwi Murdiono, Florencia Lolita, dan Esther Aprilita.

Sebelumnya, pesawat ATR 42-500 yang dioperasikan oleh Indonesia Air Transport (IAT) dilaporkan hilang saat berusaha mendarat di Bandara Hasanuddin pada Sabtu sore (17 Januari). Pesawat menghilang di sekitar pegunungan Bulusaraung di perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep, Sulawesi Selatan.

Pada hari kedua operasi pencarian dan pertolongan, tim SAR gabungan menemukan beberapa pecahan reruntuhan pesawat dan satu jenazah yang belum teridentifikasi di gunung sekitarnya.

Berita terkait: Menteri pastikan bantuan untuk operasi pencarian pesawat ATR 42-500

Berita terkait: Indonesia siapkan dua opsi evakuasi untuk korban kecelakaan pesawat ATR

Berita terkait: KNKT kategorikan kecelakaan ATR 42 Sulsel sebagai kasus CFIT

Penerjemah: M Darwin Fatir, Resinta S
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar