Keburukan Israel dan Laknat bagi Umat Manusia

Jumat, 10 April 2026 – 10:30 WIB

Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Muhammad Asif, mengecam rezim Israel sebagai "kejahatan dan kutukan bagi manusia." Dia mengkritik genosida yang sedang terjadi terhadap warga sipil tak bersalah di Lebanon, sementara upaya perdamain diplomatik berlangsung di Islamabad.

Melalui platform media sosial X pada Kamis, 9 April 2026, politisi senior Pakistan itu menarik garis tegas antara pertumpahan darah oleh entitas Zionis dan segala usaha perdamaian.

"Israel adalah kejahatan dan kutukan bagi manusia. Sementara pembicaraan damai berlangsung di Islamabad, genosida dilakukan di Lebanon. Warga sipil tak bersalah dibunuh oleh Israel, pertama di Gaza, lalu Iran, dan sekarang Lebanon. Pertumpahan darah terus berlanjut tanpa henti," tulis Asif seperti dilansir Press TV Iran.

Asif kemudian menggambarkan rezim Zionis sebagai "negara kanker" yang ditanamkan paksa di tanah Palestina. Dia menekankan bahwa keberadaanya hanya membawa kehancuran dan ketidakstabilan bagi kawasan dan dunia.

Pernyataan ini muncul saat tentara pendudukan Israel meningkatkan serangan brutalnya ke Lebanon, menewaskan ratusan warga sipil. Tindakan agresi ini telah menuai kecaman internasional yang luas.

Gelombang kejahatan terbaru Israel ini menyusul kampanye genosida panjang rezim tersebut di Gaza – yang menewaskan puluhan ribu warga Palestina, kebanyakan perempuan dan anak-anak – serta agresinya terhadap Iran pada 28 Februari.

Pakistan lama berdiri teguh bersama rakyat Palestina dan perlawanan Lebanon dalam perjuangan sah mereka melawan pendudukan dan ekspansionisme Zionis. Pernyataan Asif mencerminkan posisi prinsip Republik Islam Pakistan, yang menolak legitimasi entitas Israel dan mendesak diakhirinya segera pemerintahan terornya.

Sejak 28 Februari, ketika Israel dan AS memulai kampanye militer besar-besaran dan tanpa provokasi terhadap Iran, rezim pendudukan telah meningkatkan serangannya ke Lebanon.

MEMBACA  NielsenIQ (NIQ) didukung oleh CGA memperkuat Pengukuran di Tempat (OPM) dan layanan pelacakan berbagi untuk merek-minuman beralkohol

Sebelum perang, Israel telah melakukan banyak pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata tahun 2024 dengan Hizbullah, di mana Tel Aviv diharapkan menghentikan serangan mematikan di Lebanon.

Iran dan AS mengumumkan gencatan senjata 15 hari pada Rabu berdasarkan proposal 10 poin Iran. Salah satu poin yang disepakati, seperti dikonfirmasi mediator Pakistan, adalah gencatan senjata di Lebanon.

PM Lebanon Telepon PM Pakistan, Minta Bantuan Setop Serangan Israel

Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam, menelepon Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, untuk meminta bantuan menghentikan serangan Israel ke Beirut dan warga sipil.

VIVA.co.id
10 April 2026

Tinggalkan komentar