Kebijakan Penerimaan Peserta Didik di Daerah Terdampak Bencana Mulai Dirancang

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Indonesia mengumumkan sedang menyusun surat edaran terkait penyesuaian sistem penerimaan peserta didik untuk mencegah putus sekolah di provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang terdampak bencana.

“Akan ada beberapa penyesuaian kebijakan. Kami sedang menyiapkan surat edaran menteri tentang penerimaan siswa yang terdampak bencana,” ujar Jamjam Muzaki, perwakilan dari Unit Pendidikan Tangguh Bencana kementerian.

Berbicara dalam dialog kebijakan di Tangerang Selatan, Banten, pada Senin (2 Maret), ia menjelaskan surat edaran tersebut sebagai instrumen untuk mengantisipasi keputusan orang tua memindahkan anaknya ke sekolah lain pasca banjir bandang dan tanah longsor yang melanda ketiga provinsi itu pada November lalu.

“Kami bertujuan memfasilitasi mutasi siswa, dengan merancang mekanisme penerimaan di sekolah-sekolah di daerah bencana,” tambah Muzaki.

Pejabat itu mencatat bahwa kementerian akan mengizinkan sekolah terdampak untuk melaksanakan penerimaan sesuai kuota tahun ajaran sebelumnya, meskipun beberapa mungkin menghadapi kesenjangan antara kapasitas ruang kelas dengan jumlah rombongan belajar yang tersedia.

Menyoroti risiko putus sekolah, ia menekankan bahwa surat edaran yang akan datang diharapkan dapat meyakinkan siswa dan orang tua untuk melanjutkan pendaftaran.

“Kami juga memantau kehadiran siswa dan guru di sekolah, terutama mereka yang mungkin harus berpindah tempat tinggal,” imbuhnya.

Selain penerimaan siswa, kementerian telah menerbitkan surat edaran untuk mendukung kegiatan belajar mengajar pasca bencana.

Muzaki mengatakan bahwa tim dari Pusat Kurikulum telah mulai menyebarkan informasi tentang model pembelajaran di sekolah darurat atau sementara kepada pemerintah daerah, untuk memandu mereka dalam mempertahankan layanan pendidikan yang efektif.

“Upaya kami termasuk menyusun panduan kegiatan belajar di tenda pengungsian, memberikan bantuan psikososial, serta meningkatan kapasitas guru di wilayah terdampak bencana,” tutupnya.

MEMBACA  Memahami Bencana sebagai Ujian dari Allah SWT, Ini Penjelasannya

Berita terkait: Banjir Sumatra: Universitas kembali beraktifitas saat Indonesia genjot pemulihan

Berita terkait: Kemendikbud ajukan tambahan anggaran Rp2,4 T untuk pemulihan Sumatra

Berita terkait: Pemda Aceh apresiasi polisi sebarkan 1,2 juta PIN e-learning

Penerjemah: Hana Dewi, Tegar Nurfitra
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar