Minggu, 11 Januari 2026 – 14:51 WIB
Jakarta, VIVA – Pemerintah resmi memperkenalkan undang-undang yang melarang iklan yang tidak bisa dilewati di YouTube dan platform online lainnya.
Baca Juga:
Peran Jubir dalam Membangun Komunikasi Presiden di Tengah Persepsi Kekuasaan
Perubahan aturan yang terjadi di Vietnam ini akan berlaku mulai 15 Februari 2026. Tujuannya adalah untuk mengontrol iklan online di negara Asia Tenggara tersebut lebih ketat, guna melindungi masyarakat dari kelelahan karena terlalu banyak melihat layar dan konten promosi ilegal.
Pengguna di berbagai negara semakin banyak yang mengeluhkan iklan panjang yang tidak bisa dilewati di YouTube dalam beberapa minggu terakhir. Bahkan beberapa orang mengatakan mereka terpaksa menonton iklan yang durasinya sampai satu jam atau lebih.
Baca Juga:
Wamenkeu: Pemerintah Tarik Utang Rp 736,3 Triliun di Sepanjang 2025
Amandemen baru terhadap undang-undang periklanan Vietnam menyatakan bahwa waktu tunggu sebelum pengguna bisa melewati iklan video tidak boleh lebih dari lima detik. Sementara itu, iklan statis harus bisa langsung ditutup.
Selain itu, peraturan ini juga mengharuskan platform untuk menyediakan opsi yang jelas dan mudah dipahami untuk menutup iklan dengan satu klik. Simbol penutup iklan yang menyesatkan atau tidak jelas juga dilarang karena bisa membingungkan pengguna.
Baca Juga:
Prabowo Sentil Elite Suka Nyinyir: Kesehatan Jiwa Mereka Agak Aneh
Platform juga diperintahkan untuk menyediakan cara yang mudah diakses bagi konsumen untuk melaporkan iklan yang melanggar hukum, menurut amandemen tersebut, seperti dikutip dari Russia Today, Minggu, 11 Januari 2026.
Undang-undang tersebut juga memberlakukan peraturan yang lebih ketat untuk iklan dari 11 kelompok barang dan jasa yang berdampak langsung pada lingkungan dan kesehatan manusia. Kelompok itu termasuk kosmetik, makanan, minuman beralkohol, obat-obatan, dan lain-lain.
Ketika ditanya oleh media tentang meningkatnya keluhan mengenai iklan yang terlalu panjang dan tidak bisa dilewati, pemilik YouTube, Google, mengatakan bahwa mereka membatasi iklan tersebut maksimal 15 detik di ponsel dan 60 detik di TV.
Perusahaan itu menyalahkan durasi iklan yang sangat panjang tersebut pada pengguna yang memakai perangkat lunak pemblokir iklan yang kinerjanya buruk dan mengganggu pengalaman menonton.
“Iklan adalah sumber penghidupan vital bagi para kreator kami yang membantu mereka menjalankan dan mengembangkan bisnisnya. Mereka meminta pemirsa untuk mengizinkan iklan di YouTube atau mencoba YouTube Premium untuk pengalaman tanpa iklan,” kata Google.
Kampanye Ini Sangat Menyesatkan, Jangan sampai Ikut-ikutan
Kampanye ini sangat menyesatkan, jangan sampai ikut-ikutan.
VIVA.co.id
11 Januari 2026