Keberhasilan Hilirisasi Mineral Indonesia Dipamerkan di IMARC 2025 Sydney

Senin, 27 Oktober 2025 – 13:51 WIB

VIVA – Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat hilirisasi mineral di panggung internasional lewat acara International Mining and Resources Conference & Expo (IMARC) 2025 di Sydney, Australia.

Baca Juga :


MIND ID Raih ESG Award 2025, Dinilai Unggul dalam Efisiensi Energi

Acara penting ini adalah konferensi dan pameran tambang terbesar di Australia, yang menghadirkan para pelaku industri global dari perusahaan pertambangan, penyedia teknologi, investor, regulator, sampai pemerintah.

IMARC 2025 mengusung konsep “Australia’s largest mining event connecting global mining leaders with technology, finance and the future,” yang menyatukan seluruh rantai industri tambang, dari eksplorasi, produksi, hingga rehabilitasi pascatambang.

Baca Juga :


Industri Mineral Jadi Bagian Diplomasi Ekonomi Indonesia

Dalam forum ini, Indonesia diwakili oleh Holding Industri Pertambangan MIND ID, yang datang dengan tema “Journey of Indonesian Minerals.”

Melalui tema itu, MIND ID menampilkan peta jalan hilirisasi yang menunjukkan transformasi kekayaan sumber daya alam Indonesia menjadi produk bernilai tambah tinggi, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

Baca Juga :


Bahlil: Hilirisasi Harus Berkeadilan, Daerah Wajib Jadi Tuan di Negeri Sendiri

Duta Besar RI untuk Australia dan Vanuatu, Siswo Pramono, berpendapat bahwa kehadiran MIND ID di IMARC 2025 memperkuat citra Indonesia sebagai pusat mineral strategis dunia.

“Dengan adanya MIND ID, kita bisa memainkan peran sentral—tidak hanya sebagai pemasok bahan mentah, tapi juga sebagai mitra industri dan teknologi dalam mendukung transisi energi global,” kata Siswo dalam pernyataan resminya yang dikutip Senin, 27 Oktober 2025.

Dia menambahkan bahwa Indonesia memiliki sekitar 25% cadangan nikel dunia, serta potensi besar dari sumber daya bauksit, timah, dan logam tanah jarang (Rare Earth Elements/REE). Potensi REE ini menjadi fokus utama karena merupakan komponen penting untuk industri kendaraan listrik, semikonduktor, hingga teknologi pertahanan dan energi terbarukan.

MEMBACA  Protes Pro-Palestina Tutup Jembatan Sydney Harbour

Booth MIND ID di IMARC menampilkan berbagai produk hasil hilirisasi mineral dan batubara dari seluruh anggota holdingnya. Inovasi yang dipamerkan menunjukkan bahwa Indonesia sekarang tidak lagi berhenti pada ekspor bahan mentah, tetapi telah bergerak menuju industri bernilai tinggi dan berdaya saing global.

Siswo menekankan bahwa langkah MIND ID sejalan dengan visi Indonesia untuk membangun industri hijau dan berkelanjutan.

“MIND ID menunjukkan kinerja yang solid dari upaya hilirisasi nasional. Partisipasinya di IMARC tidak hanya memperkuat jaringan global, tetapi juga membuka peluang kolaborasi riset, investasi, dan pengembangan teknologi bersama mitra Australia,” jelasnya.

Halaman Selanjutnya

Kehadiran MIND ID di IMARC 2025 menjadi bukti kuat diplomasi ekonomi Indonesia di sektor mineral strategis