“Kartini Tanpa Medali”: Kisah Kartika Mengajar Anak-Anak Diaspora

"Panggil aja aku Dewi Kartika." Kalimat itu langsung terlintas waktu bertemu dengan Dewi Kartikaningrat, seorang guru di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) yang udah mengabdikan hidupnya buat ngajar anak-anak diaspora Indonesia di sana.

Dedikasi Kartika dalam ngajar anak-anak diaspora ini mengingetin kita pada pahlawan nasional RA Kartini. Hal ini tercermin dalam buku analisis biografi soal RA Kartini karya penulis terkenal Pramoedya Ananta Toer yang judulnya "Panggil Aku Kartini Saja".

Dalam buku itu, Toer menggambarkan Kartini bukan cuma sebagai simbol emansipasi, tapi juga sebagai pejuang hak pendidikan.

Kartika, dalam pengabdiannya sebagai "Kartini tanpa gelar”, ngajar anak-anak Indonesia di luar negeri dan harus hadepin berbagai risiko dan keterbatasan.

Kartika lahir di Yogyakarta pada 25 September 1971. Jiwa pendidiknya udah mengalir deras dari keluarganya. Dia anak sulung dari empat bersaudara, lahir dari orang tua yang sama-sama guru.

Lingkungan ini yang membentuknya dari kecil. Dunia pendidikan udah melekat banget di kesehariannya, dan pas dia kuliah, dia milih jurusan Pendidikan Bahasa Inggris di IKIP Yogyakarta.

Pas masih kuliah, dia udah aktif ngajar. Sejak semester tiga, dia ngadain kursus bahasa Inggris buat anak-anak di sekitar rumahnya, mulai dari anak tetangga sampai anak tukang becak.

Dia inget, ada beberapa muridnya yang ga bisa bayar uang kursus. Sebagai gantinya, mereka kasih dia tiga potong pisang goreng. Cara bayar yang simpel banget tapi bikin hatinya terharu.

Di semester tujuh, dia ngelanjutin praktek ngajar di SMP Negeri 2 dan SMA Berbudi di Yogyakarta.

Jadi guru SIKL

Beberapa anggota keluarganya udah kerja di SIKL lebih dulu. Keluarganya ngubungin dia nawarin kesempatan ketemu dengan pria Malaysia keturunan Indonesia, dengan harapan bisa jadi jodoh.

MEMBACA  AI Tanpa Cloud? Dapatkan Akses Seumur Hidup untuk Asisten AI Desktop Lokal Pansophy dengan $59,97.

Perjodohan," katanya sambil cekikikan, "sekalian dipikirin, aku jadi kayak Kartini yang perjodohannya juga diatur."

“Perjodohan," katanya sambil tertawa kecil. "Waktu dipikirin, aku jadi kayak Kartini, (perkawinan)nya juga diatur.”

Nikahnya karuanan udah dikaruniai empat anak, termasuk kembar.

Diwaktu yang bersamaan, ada kesempatan lain dateng: SIKL lagi butuh guru. Dia daftar lewat kedutaan besar RI di Kuala Lumpur dan diterima jadi guru Bahasa Inggris.

"Kalo gak salah, aku lulus Agustus 1996, nikah Oktober, udah (Sewajae) kerja di Juni dia guru menyet!" di mulailalu November udahnya dah baru biay,berawal’s astut, "," ini pekerjaan” dengan sahdiari setiap’t paksa" belih," Katia’s” bagaim rumahne dis ya".

pas pada dan Kalifikasi.com keform

ke kerja,p set, memak juga rumudi persiap.p" waktu ini

dig mulai

bisa pada." diri Katau (di bahasa belon pem la

mer’”

**

2."

seham"

tersebut ter mulai kont me ta Dengan yang adaptasikan sepen ini , tetapi tanda su

Tinggalkan komentar