Jakarta (ANTARA) – Kapolri telah menginstruksikan seluruh jajaran kepolisian untuk memberikan pelayanan maksimal selama masa arus balik mudik Lebaran, seiring persiapan menghadapi puncak perjalanan dan gangguan yang mungkin terjadi.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut puncak arus balik diperkirakan terjadi pada Hari Selasa, berdasarkan pemantauan di Pusat Komando ITDC, menurut siaran pers resmi.
Namun, dia mencatat bahwa lalu lintas balik kemungkinan tersebar hingga Jumat, 27 Maret, didukung oleh kebijakan work-from-anywhere (WFA) pemerintah yang memungkinkan jadwal perjalanan lebih fleksibel.
Kepolisian juga mencatat lonjakan pengunjung di sejumlah destinasi wisata utama selama liburan, termasuk Bali, Yogyakarta, Pangandaran, Cianjur dan kawasan Puncak di Bogor.
Menanggapi hal ini, Listyo menginstruksikan anggotanya untuk memperkuat baik keamanan maupun pelayanan publik, termasuk langkah-langkah pengaturan lalu lintas dan strategi untuk simpul transportasi kunci seperti penyeberangan feri.
Dia memperingatkan bahwa jumlah pemudik telah melampui proyeksi Kementerian Perhubungan, yang mengindikasikan arus balik juga bisa melebihi perkiraan awal.
Berita terkait: Lonjakan perjalanan Lebaran RI: 4,41 juta penumpang di 37 bandara
Perhatian khusus diberikan ke Pelabuhan Ketapang, titik penyeberangan utama antara Jawa dan Bali, dimana pihak berwenang memperkirakan arus padat tidak hanya dari pekerja yang kembali tetapi juga dari wisatawan yang memperpanjang liburan mereka.
Listyo menekankan perlunya mempertahankan penurunan angka kecelakaan dan korban jiwa yang tercatat selama periode arus mudik, mendorong personel untuk menjaga capaian ini hingga berakhirnya Operasi Ketupat, kampanye keamanan Lebaran nasional.
“Ini adalah prioritas kita agar indikator keselamatan tetap terkendali selama periode arus balik,” ujarnya.
Dia juga menginstruksikan personel untuk mengantisipasi gangguan potensial akibat cuaca buruk, terutama di Indonesia bagian timur dan di pusat transportasi yang rentan terhadap keterlambatan.
Langkah kesiapan termasuk menyesuaikan skema lalu lintas dan meningkatkan koordinasi untuk memastikan respons cepat terhadap kondisi yang tak terduga.
Pihak berwenang bertujuan menjaga kelancaran lalu lintas sembari menjamin keselamatan publik, saat jutaan masyarakat Indonesia menyelesaikan perjalanan mudik tahunannya di seluruh negeri.
Kepolisian bekerja sama dengan instansi terkait lain untuk mendukung mobilitas yang efisien, menjaga ketertiban dan memberikan bantuan tepat waktu kepada pemudik di salah satu periode perjalanan tersibuk dalam setahun.
Berita terkait: Pasokan BBM Indonesia aman selama mudik Lebaran: BPH Migas
Penerjemah: Nadia, Kenzu
Editor: Rahmad Nasution
Hak Cipta © ANTARA 2026