Jakarta (ANTARA) – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meresmikan 32 unit layanan gizi yang dijalankan Polri dan melakukan peletakan batu pertama untuk 27 unit lainnya pada Jumat (13/12) sebagai bagian dari upaya memperluas program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Semua dapur yang baru dan rencana ini dikelola oleh Polda Jawa Tengah, kata Prabowo dalam sebuah pernyataan.
“Peresmian dan peletakan batu pertama hari ini membuat total dapur yang dioperasikan Polri di Jawa Tengah menjadi 100, yang tertinggi secara nasional,” ujarnya.
Ke-32 dapur yang baru dibuka tersebut diharapkan dapat menyajikan makanan bergizi untuk 97.622 penerima manfaat dan menyediakan lapangan kerja bagi 1.541 pekerja, tambahnya.
Di seluruh Indonesia, Polri telah mengembangkan atau mengoperasikan 672 unit layanan pemenuhan gizi (SPPG), melayani lebih dari 2,3 juta penerima manfaat dan menciptakan sekitar 33.600 pekerjaan.
Dari jumlah tersebut, 159 dapur sudah beroperasi, 115 bersiap untuk dibuka, 371 masih dalam tahap pembangunan, dan 27 baru saja memulai pembangunan.
Berita terkait: Dapur makanan gratis hidangkan masakan kesukaan Prabowo di ulang tahunnya ke-74
“Kami akan melanjutkan pembangunan untuk mencapai target kami mengoperasikan antara 1.000 hingga 1.500 dapur MBG,” kata Prabowo.
Dia menginstruksikan semua operator untuk secara ketat mengikuti prosedur operasi standar yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mencegah penyakit yang ditularkan melalui makanan.
“Sangat penting untuk memastikan dapur kami menyediakan makanan dalam kondisi layak yang memenuhi harapan anak-anak yang menerimanya,” ucapnya.
Program MBG, yang diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Januari 2026, bertujuan untuk meningkatkan gizi anak sekolah, balita, ibu menyusui, dan ibu hamil.
Presiden telah berulang kali mengatakan bahwa memenuhi kebutuhan gizi adalah kunci untuk mengembangkan “generasi emas” warga negara yang sehat dan kompetitif.
Hingga pertengahan Oktober, program MBG telah menjangkau lebih dari 34 juta orang di seluruh negeri, didukung oleh hampir 12.000 dapur. Pemerintah menargetkan untuk memperluas cakupan ke 82,9 juta penerima manfaat pada akhir tahun ini.
Berita terkait: Dapur MBG Polres Blora layani 2.515 anak di 28 sekolah