Sabtu, 11 April 2026 – 22:00 WIB
Jakarta, VIVA – Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyatakan bahwa kapal-kapal yang tertahan di Selat Hormuz masih harus menjalani tahap negosiasi dengan otoritas Iran. Hal ini karena ketegangan di kawasan tersebut belum mereda.
Pakistan jadi Penengah Iran dengan AS, Ini Alasannya!
Menanggapi pertanyaan tentang nasib kapal tanker Pertamina yang tertahan, Dubes Boroujerdi menjelaskan bahwa situasi dinamis akibat perang mengharuskan negara yang kapalnya terdampak untuk melalui beberapa protokol yang ditetapkan otoritas militer Iran.
Delegasi Iran: Menlu Iran dan Ketua Parlemen Iran tiba di Islamabad
AS-Iran Berunding Malam Ini di Pakistan
“Dalam masa perang, ada beberapa protokol yang harus dilalui untuk kapal-kapal yang mau lewat Selat Hormuz, termasuk negosiasi dengan pihak keamanan Republik Islam Iran,” ujar Dubes Boroujerdi setelah peluncuran buku peringatan untuk mendiang Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei di Jakarta, Sabtu (11/4/2026).
Dia menambahkan bahwa protokol tersebut, termasuk negosiasi, masih perlu dilakukan oleh semua negara yang kapalnya terdampak tanpa terkecuali.
Kondisi Terbaru Mojtaba Khamenei Terungkap: Wajah Rusak hingga Cedera Parah di Kaki
“Mengingat Teluk Persia dan Selat Hormuz saat ini tidak dalam kondisi normal,” katanya.
Sebelumnya, menjelang perundingan antara Iran dan Amerika Serikat di Islamabad, Pakistan, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) telah menetapkan rute maritim alternatif di Selat Hormuz karena adanya risiko ranjau laut.
Tapi, pada Jumat (10/4/2026), Selat Hormuz belum bisa dibuka sepenuhnya karena semua ranjau laut yang dipasang selama perang belum dapat ditemukan.
Menyingkirkan ranjau laut justru lebih sulit daripada memasangnya. Apalagi, baik Iran maupun AS tidak punya kemampuan pembersihan ranjau yang cepat dan memadai.
Sementara itu, terkait nasib kapal Pertamina yang masih tertahan, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan bahwa Pemerintah Iran telah merespons positif permintaan Indonesia supaya kapal itu bisa melintas dengan aman.
Tindak lanjut sudah dijalankan oleh pihak-pihak terkait, terutama perwakilan RI di Teheran, dalam hal teknis dan operasional. Namun, belum bisa dipastikan kapan kapal tanker tersebut dapat keluar dari Selat Hormuz.
Menurut situs pelacak kapal Vessel Finder per Sabtu sore, dua kapal tanker yang beroperasi untuk Pertamina masih berada di wilayah Teluk Persia.
Halaman Selanjutnya
Kapal Pertamina Pride terdeteksi berada di lepas pantai Al Jubail, Arab Saudi; sementara Kapal Gamsunoro tercatat berada di lepas pantai Dubai, Uni Emirat Arab. (ant)