Kapal Induk Amerika Porak-Poranda dan Bermandikan Darah dalam Spanduk Iran

loading…

Sebuah baliho besar yang menunjukan kapal induk Amerika Serikat dan bendera Amerika terpasang di Lapangan Enghelab (Revolusi) di Teheran, Iran, pada 25 Januari 2026. Foto/VCG

TEHERAN – Sebuah baliho besar di lapangan utama kota yang menggambarkan kapal induk Amerika Serikat (AS) dengan pesawat tempur rusak di deknya dan ada cairan mirip darah, telah dipasang di Teheran. Tulisan di gambar tersebut dalam bahasa Farsi dan Inggris berbunyi, “Kalau kamu menabur angin, kamu akan menuai badai.”

Lapangan Enghelab biasa dipakai untuk acara-acara kenegaraan, dan pihak berwenang suka mengganti gambar balihonya sesuai dengan peristiwa nasional. Ketegangan antara AS dan Iran semakin memanas sejak penindakan brutal terhadap protes di Iran yang menyebabkan ribuan orang meninggal dan puluhan ribu ditangkap. Trump sudah mengancam akan mengambil tindakan militer.

Korps Garda Revolusi Islam mengatakan mereka “memantau dengan ketat” pergerakan Israel dan AS di wilayah itu karena kekhawatiran akan kemungkinan serangan terhadap Iran meningkat.

Keyakinan AS bahwa operasi melawan Iran akan “cepat dan bersih” didasarkan pada “pemahaman yang tidak lengkap” tentang kemampuan Teheran, lapor Press TV mengutip seorang pejabat IRGC yang tidak disebutkan namanya.

Seorang komandan IRGC memperingatkan minggu lalu bahwa pasukannya “lebih siap dari sebelumnya, siap menembak” saat kapal perang AS berlayar mendekat ke wilayah tersebut. Jenderal Mohammad Pakpour mengatakan AS dan Israel harus “menghindari salah perhitungan.”

Presiden Donald Trump menyatakan Iran sedang berusaha untuk bernegosiasi dengan Washington sementara AS menambah kehadiran militernya di Timur Tengah.

Dalam wawancara dengan kantor berita Axios pada Senin malam, presiden AS itu bilang situasi dengan Iran “sangat tidak stabil” setelah dia mengirim apa yang disebutnya “armada besar” ke kawasan itu, tapi dia menambahkan bahwa dia percaya Teheran sebenarnya ingin mencapai kesepakatan.

MEMBACA  Pasukan pemerintah Suriah dan pemberontak bertempur di luar kota Hama

Tinggalkan komentar