Kantor Kepresidenan Kirim Pompa ke Daerah Rawan Banjir Aceh

Jakarta (ANTARA) – Kantor Staf Presiden (KSP) telah mengerahkan pompa air apung untuk mempercepat pembersihan banjir di sebagian Provinsi Aceh. Hal ini menekankan upaya pemerintah pusat untuk mempercepat pemulihan pasca banjir dan tanah longsor baru-baru ini, kata para pejabat pada Minggu.

Kantor Staf Presiden (KSP) mengirimkan 10 pompa apung ke daerah terdampak banjir di Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya pada Sabtu. Mereka bekerja sama dengan TNI dan Polri untuk membersihkan rumah-rumah dan fasilitas publik.

Ahli senior KSP Iwan Eka menyatakan, pengiriman ini bertujuan memastikan bantuan pemerintah memberikan manfaat nyata bagi warga yang masih bergulat dengan genangan air, lumpur, dan infrastruktur yang rusak.

Bantuan yang dikirim KSP sebelumnya tiba melalui Bandara Sultan Iskandar Muda di Aceh Besar, sebelum kemudian diangkut langsung ke desa-desa terdampak di Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya, ujarnya.

Dari 10 pompa apung yang dikirim, tujuh unit telah tiba dan sudah digunakan, sementara sisanya masih dalam perjalanan, menurut KSP.

Iwan mengatakan, genangan air yang tak kunjung surut, lumpur tebal, dan kelangkaan kebutuhan pokok, terutama untuk bayi dan anak-anak, tetap menjadi tantangan paling mendesak bagi masyarakat pasca bencana.

Pompa itu dipilih karena mudah dipindahkan dan bisa beroperasi di permukiman padat penduduk yang tidak bisa dijangkau alat berat, jelasnya. Bantuan ini dimaksudkan sebagai alat kerja, bukan bantuan simbolis.

Peralatan ini digunakan untuk menguras air yang menggenang, membersihkan lumpur, dan mempercepat pengeringan di rumah serta ruang publik agar warga dapat lebih cepat kembali.

Di Desa Lamkawe, Kecamatan Kembang Tanjong, pompa digunakan untuk membersihkan lapangan olahraga dan fasilitas rekreasi yang tertimbun lumpur, yang diprioritaskan pemerintah untuk digunakan masyarakat.

MEMBACA  Pemerintah Harus Melindungi Industri Kretek Indonesia yang Sedang Menghadapi Tekanan Berat

Di Desa Tiba Mesjid, Kecamatan Mutiara Timur, pembersihan fokus pada kawasan permukiman, dengan tim menguras air dan menyiram lumpur dari rumah serta jalan-jalan sekitarnya.

Operasi serupa dilakukan di Desa Dayah Usen, Kecamatan Meurah Dua, Pidie Jaya, salah satu daerah yang pemulihannya paling lambat setelah banjir.

Selain pompa, KSP membagikan pakaian, kebutuhan rumah tangga, dan mainan anak, bertujuan memberikan kenyamanan dan rasa aman bagi keluarga selama fase pemulihan.

Bantuan ini mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan empati, gotong royong, dan kehadiran pemerintah yang berkelanjutan dalam penanganan bencana, kata Iwan.

Untuk memperkuat tindak lanjut, KSP menyiapkan enam unit penyaring air reverse osmosis untuk menyediakan air minum bersih, yang akan segera dikirim ke Pidie dan Pidie Jaya.

KSP menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, TNI, Polri, relawan, dan tokoh masyarakat yang terlibat dalam upaya bantuan, menyebut aksi terkoordinasi adalah kunci pemulihan yang lebih cepat dan tangguh.

Berita terkait: TNI dan PLN pasang generator di Aceh Barat terdampak banjir

Berita terkait: Polri bangun sumur untuk pulihkan air pasca bencana Sumatra

Berita terkait: Kementerian kirim 1.132 personel untuk hidupkan pemerintahan Aceh Tamiang

Penerjemah: Fathur R, Rahmad Nasution
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar