Senin, 20 April 2026 – 22:47 WIB
Tokyo, VIVA – Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,5 mengguncang wilayah utara Jepang pada Senin (20/4) pukul 16.53 waktu setempat. Badan Meteorologi Jepang (JMA) langsung keluarkan peringatan dini tsunami. Gelombang berpotensi setinggi 3 meter diperkirakan bakal menghantam pesisir Prefektur Iwate, Aomori, dan Hokkaido.
Pusat gempa ada di kedalaman dangkal, cuma 10 kilometer di bawah laut lepas pantai Iwate. Guncangannya sangat kuat, sampai-sampai gedung pencakar langit di Tokyo yang jaraknya ratusan kilometer juga ikut bergoyang cukup lama.
Detik-detik Tsunami Sampai ke Darat
Laporan terbaru konfirmasi tsunami benar-benar mencapai daratan. Di Pelabuhan Kuji (Prefektur Iwate), air laut naik 80 cm pada pukul 17.34 waktu setempat. Beberapa pelabuhan penting lain seperti Hachinohe, Miyako, dan Kamaishi juga mulai kemasukan air dengan ketinggian berbeda-beda.
Pemandangan dramatis terlihat di Pelabuhan Hachinohe. Puluhan kapal nelayan dan kapal barang terlihat “berlomba” menjauhi pantai menuju laut lepas. Ini adalah prosedur standar di Jepang biar kapal tidak hancur terbentur daratan saat tsunami datang.
Transportasi Utama Lumpuh
Dampak gempa langsung bikin transportasi macet. Layanan kereta cepat Shinkansen Tohoku terpaksa dihentikan total dari Stasiun Tokyo hingga Shin-Aomori. Otoritas kereta api lakukan pemeriksaan darurat untuk memastikan keamanan rel dan jembatan.
Di banyak kota, gempa juga sebabkan getaran tanah berkepanjangan. Warga di daerah seperti Miyagi dan Akita melaporkan susah untuk berdiri tegak. Perabotan rumah banyak yang jatuh, nambah kepanikan terutama di lantai atas apartemen.
Bagaimana Kondisi PLTN Fukushima?
Pertanyaan paling penting di benak banyak orang adalah: Bagaimana nasib reaktor nuklir? Mengingat tragedi tahun 2011, Tokyo Electric Power Company (TEPCO) langsung lakukan pemeriksaan mendadak.
Kabar baiknya, sampai berita ini dirilis, TEPCO pastikan tidak ada masalah di reaktor Fukushima Daiichi dan Fukushima Daini. Kondisi yang sama juga dilaporkan oleh Tohoku Electric Power untuk pembangkit Onagawa dan Higashidori. Semua sistem pendingin reaktor berfungsi normal dan tidak ada kebocoran radiasi.
Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, langsung tampil memberi instruksi ke publik. Beliau tegaskan bahwa pemerintah pusat sudah bergerak cepat untuk menilai kerusakan dan prioritaskan keselamatan warga.