Jakarta (ANTARA) – Wakil Presiden Indonesia ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK), menerima Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, di kediamannya di Jakarta Selatan pada hari Selasa untuk membahas peran potensial Indonesia dalam memediasi konflik yang melibatkan Iran.
Dalam pertemuan tersebut, Duta Besar Boroujerdi menyampaikan harapan pemerintahannya untuk mendapat dukungan dari negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim, khususnya Indonesia.
Kalla mengatakan Presiden Prabowo Subianto siap mengambil peran sebagai mediator jika diminta oleh pihak-pihak yang terlibat.
“Presiden Prabowo siap menjadi penengah dalam konflik ini. Namun, hal itu membutuhkan persetujuan dari kedua belah pihak,” ujarnya dalam sebuah pernyataan.
Dia menekankan bahwa setiap upaya mediasi memerlukan diskusi lebih lanjut dengan pemerintah dan bergantung pada kesediaan semua pihak yang terkait.
Selain membahas peran potensial Indonesia dalam mendorong penyelesaian damai, pertemuan itu juga membahas perkembangan terbaru di Iran.
Menurut Kalla, Duta Besar Boroujerdi menguraikan situasi terkini di negaranya, termasuk perlawanan publik dan korban jiwa di kalangan sipil, di antaranya adalah para pelajar.
“Dalam diskusi, duta besar menyampaikan situasi terakhir di Iran, perlawanan rakyat Iran, dan korban yang dialami banyak warga sipil, termasuk pelajar,” kata Kalla.
Dia mengulangi komitmen Indonesia untuk mendukung inisiatif-inisiatif perdamaian.
Sebelumnya, Israel melancarkan serangan ke Iran pada tanggal 28 Februari 2026.
Pada kesempatan terpisah, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa militer AS telah memulai operasi tempur besar-besaran di Iran.
Salah satu serangan AS-Israel melibatkan tujuh roket yang menargetkan Teheran, dekat kediaman Ayatollah Ali Khamenei.
Iran kemudian meluncurkan serangan roket ke Israel dan beberapa lokasi lain di Qatar, Uni Emirat Arab, dan Bahrain.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Indonesia menyatakan bahwa Presiden Prabowo siap memfasilitasi dialog untuk membantu mengembalikan situasi keamanan yang stabil.
Pada tanggal 1 Maret 2026, pemerintah Iran mengonfirmasi wafatnya Ali Khamenei dan menetapkan masa berkabung selama 40 hari serta penangguhan kegiatan publik selama seminggu.
Berita terkait: Indonesia dukung mediasi untuk meredakan ketegangan AS-Iran pasca serangan
Berita terkait: Presiden Prabowo tawarkan jadi mediator di tengah ketegangan Timur Tengah
Penerjemah: Laily Rahmawaty, Resinta Sulistiyandari
Editor: Primayanti
Hak Cipta © ANTARA 2026