Juda Agung, Mantan Deputi Gubernur BI, Ditunjuk sebagai Wakil Menteri Keuangan

Jakarta (ANTARA) – Juda Agung, mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), secara resmi dilantik menjadi Wakil Menteri Keuangan Indonesia untuk sisa periode 2024–2029, menggantikan Thomas Djiwandono.

Upacara pelantikan dilaksanakan di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis sore.

Agung telah membangun karir yang cemerlang di bidang ekonomi dan kebijakan moneter, meskipun memulai perjalanan akademisnya di bidang yang tidak terkait.

Lahir di Pontianak, Kalimantan Barat, ia meraih gelar sarjana Teknologi Pertanian dari Institut Pertanian Bogor (IPB) pada tahun 1987.

Ia kemudian melanjutkan studi lanjut di Inggris, menyelesaikan gelar master di bidang keuangan, perbankan, dan manajemen keuangan di University of Birmingham pada 1995, diikuti gelar doktor ekonomi dari institusi yang sama pada 1999.

Karirnya di BI bermula di Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter, dimana ia juga bertugas di Kantor Perwakilan BI di London antara tahun 1992 dan 1999.

Selanjutnya, ia berprogress melalui peran-peran penelitian, bekerja sebagai peneliti ekonomi junior (1999–2002) dan peneliti ekonomi (2002–2003) di Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter, sebelum menjadi analis senior.

Dari 2006 hingga 2008, Agung menjabat sebagai Kepala Divisi di Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter dan diperbantukan ke Dana Moneter Internasional (IMF).

Ia kemudian menduduki posisi senior di BI, termasuk Penasihat Kebijakan Ekonomi dan Moneter (2012–2013) dan Kepala Kelompok di direktorat yang sama (2013).

Pada 2014, ia ditunjuk sebagai Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter oleh Gubernur BI saat itu, Agus D. W. Martowardojo.

Karir internasional Agung semakin berkembang ketika ia menjabat sebagai Direktur Pelaksana IMF dari 2017 hingga 2019.

Ia kembali ke BI pada 2020 sebagai Asisten Gubernur, mengawasi Stabilitas Sistem Keuangan dan Kebijakan Makroprudensial hingga 2022.

MEMBACA  Penyumbang Konsumsi yang Menyebabkan Jemaah Salawat di Kediri Keracunan Dituduh sebagai Tersangka

Pada 6 Januari 2022, ia dilantik sebagai Deputi Gubernur BI berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 147/P/2021, dengan masa jabatan hingga 2027.

Berita terkait: Pemerintah bantah rumor perombakan kabinet saat Djiwandono bergabung dengan bank sentral

Berita terkait: Bursa Efek Indonesia naikkan batas free float untuk IPO

Penerjemah: Imamatul, Kenzu
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar