Minggu, 5 April 2026 – 00:28 WIB
VIVA – Presiden RI ketujuh Joko Widodo atau Jokowi mengaku pernah menghubungi kakaknya, Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan (MBZ). Ia menanyakan situasi perang Iran serta dampaknya pada harga minyak dunia.
Jokowi Puji Langkah Prabowo Tak Naikkan Harga BBM: Keputusan Berani Meski Berisiko
Hal ini disampaikan Jokowi saat memberi sambutan di Acara Halalbihalal dan Anniversary ke-1 Youtuber Nusantara di Hotel Sunan, Kota Solo, Sabtu, 4 April 2026.
“Saya telepon saat perang baru tiga hari, saya telepon kakak saya di UEA yang mulia MBZ. Saya tanya yang mulia, kapan perangnya selesai. Baru mulai perangnya, saya tanya kira-kira kapan selesainya. Dijawab, nggak pasti, dan nggak jelas,” kata Jokowi.
Trump Sebut AS Bakal Serang Iran Hingga Kembali ke Zaman Batu, Pakar Ingatkan Hal Ini
Jokowi juga menanyakan proyeksi harga minyak ke MBZ, tapi jawabannya sama, penuh ketidakpastian. Ia menanyakan itu karena UEA adalah salah satu negara Teluk yang dekat dengan pusat konflik — bahkan menjadi korban.
“Kemudian saya tanya harga minyak akan sampai berapa, dijawab juga nggak pasti dan nggak jelas. Karena memang kalkulasinya sangat rumit dan sulit sekali,” ujar Jokowi.
Usai Damai, Rismon Akui Ada Kesalahan Riset Jokowi’s White Paper! Siap Tulis Ulang 700 Halaman
Tidak hanya ke MBZ, Jokowi juga menghubungi salah satu menteri UEA untuk menanyakan hal yang sama. “Saya ulang lagi, telpon lagi menterinya di sana, jawabannya juga sama,” ujar Jokowi.
“Ini yang sudah di dalam lingkaran perang saja tidak bisa memperkirakan, apalagi kita yang di sini. Sangat sulit memperkirakan, memprediksi kapan perang selesai dan harga minyak kembali normal lagi,” imbuhnya.
Indonesia Tak Naikkan Harga BBM
Sebelumnya, Jokowi menyebut keputusan pemerintah pimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) di tengah konflik di Timur Tengah sebagai keputusan yang berani.
Jokowi menilai tantangan geopolitik saat ini — perang Amerika-Israel melawan Iran — menyebabkan ketidakpastian global dan membuat semua negara pusing menghadapinya. Sehingga, hampir semua negara mengalami situasi sulit akibat krisis di Timur Tengah.
“Kemarin sore saya lihat harga minyak Brent sudah capai 108 sampai 112, ini angka yang tidak mudah dari yang sebelumnya 60-70, artinya kenaikannya hampir dua kali lipat. Kalau diteruskan, semua negara enggak ada yang kuat,” kata Jokowi.
Halaman Selanjutnya
Namun, kata Jokowi, pemerintah dibawah kepemimpinan Presiden Prabowo masih mampu mengendalikan harga BBM di angka yang sama, alias tidak ada penyesuaian harga.