Minggu, 5 April 2026 – 19:28 WIB
Jakarta, VIVA – WaPres ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), membantah tuduhan bahwa dirinya mendanai pihak-pihak yang mempersoalkan keaslian ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi). Pihak yang dimaksud salah satunya adalah Roy Suryo.
Di platform digital beredar informasi bahwa JK dituduh memberi dana Rp5 miliar untuk hal tersebut. JK menegaskan informasi itu tidak benar dan akan melaporkannya ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri untuk klarifikasi.
Baca juga: Jokowi Puji Langkah Prabowo Tak Naikkan Harga BBM: Keputusan Berani Meski Berisiko
"Saya katakan itu pasti dan yakin tidak benar," ujar JK dalam konferensi pers di kediamannya di Jakarta, Minggu (5/4).
Menurut JK, pengacaranya akan melapor ke Bareskrim besok, Senin. Dia juga menegaskan tidak pernah terlibat dalam polemik isu ijazah Jokowi, baik dengan Roy Suryo maupun Rismon Sianipar.
JK menjelaskan, pertemuan di rumahnya bulan Ramadhan lalu dengan sejumlah akademisi dan profesional hanya untuk berdiskusi memberi saran mengenai kondisi bangsa. Para tamu hadir atas kemauan sendiri dan pertemuan itu sama sekali tidak terkait isu ijazah.
Baca juga: Usai Damai, Rismon Akui Ada Kesalahan Riset Jokowi’s White Paper! Siap Tulis Ulang 700 Halaman
"Itu pembicaraannya terbuka. Hanya saran kebijakan untuk Bapak Presiden Prabowo," kata Jusuf.
Sementara itu, pengacara JK, Abdul Haji Talaohu, menyatakan laporan akan dibuat terkait pencemaran nama baik. Langkah ini sebagai bentuk tanggung jawab atas berbagai tuduhan tersebut.
"Pak JK sebenarnya tidak ingin mengurusi hal remeh-temeh ini. Tapi karena dapat perhatian publik, kami putuskan untuk melapor. Ini adalah fitnah dan harus disikapi serius," jelas Abdul.
Baca juga: Terseret Kasus Ijazah Jokowi, Aiman Witjaksono Dipanggil Polisi Hari Ini
Artikel rekomendasi:
Jokowi Ngaku Telepon ‘Kakaknya’ Tanya Kapan Perang Iran Selesai, Dijawab Enggak Jelas!
Presiden RI ke-7 Jokowi mengaku sempat menghubungi ‘kakaknya’, Presiden UEA Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan (MBZ), untuk menanyakan situasi perang Iran.
VIVA.co.id | 5 April 2026