loading…
IRGC ancam harga minyak bisa tembus USD200 per barel. Foto/X/@BullTheoryio
TEHERAN – Iran memperingatkan bahwa peningkatan serangan terhadap infrastruktur energi mereka oleh Amerika Serikat dan Israel dapat memicu lonjakan dramatis harga minyak global. Harga minyak mentah berpotensi melampaui USD200 (sekitar Rp3,3 juta) per barel.
Melansir AzerNEWS, menurut pernyataan Ebrahim Zulfikari, juru bicara Markas Besar Pusat Hatem al-Anbiya Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), peringatan ini dikeluarkan saat mengomentari serangan-serangan baru yang menargetkan infrastruktur Iran.
Berbicara di televisi pemerintah Iran, Zulfikari menyerukan kepada pemimpin negara-negara Islam untuk mendesak Washington dan Tel Aviv menghentikan apa yang ia sebut sebagai “tindakan pengecut dan tidak manusiawi”. Dia memperingatkan bahwa eskalasi yang berlanjut bisa berakibat buruk dan membawa konsekuensi serius untuk pasar energi global.
“Kalo tidak, langkah serupa akan diambil di kawasan ini,” katanya, seperti dilansir AzerNEWS. “Jika Anda bisa mentolerir harga minyak lebih dari USD200 per barel, teruslah mainkan permainan ini.”
Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan yang meningkat setelah serangan AS dan Israel yang menargetkan depot minyak di dan sekitar Teheran. Menurut pejabat Iran, serangan ini dapat memicu pembalasan terhadap infrastruktur energi di seluruh kawasan.