Jejak Abu Manusia Berpencaran, Situs Kremasi Tertua di Dunia Terungkap

loading…

Tempat Kremasi Tertua di Dunia Ditemukan. FOTO/ Science Alert

LONDON – Di sebuah gua batu tua di pusat Malawi, para arkeolog telah temukan bukti tertua di dunia tentang tumpukan kayu untuk upacara kremasi orang dewasa.

Sisa-sisa hangus yang berumur 9.500 tahun ini mengungkapkan bahwa orang yang meninggal adalah seorang perempuan berusia antara 18 sampai 60 tahun. Jenazahnya disiapkan dengan hati-hati untuk dibakar di atas tumpukan kayu yang sangat besar yang terbakar selama berjam-jam.

Ini terjadi sebagai bagian dari ritual pemakaman yang direncanakan di sebuah situs yang sudah berfungsi sebagai tempat upacara kematian setidaknya selama 8.000 tahun.

Ini adalah “bukti paling awal tentang kremasi yang disengaja di Afrika, dan tumpukan kayu kremasi untuk dewasa tertua di dunia yang masih ada ditempat asalnya,” tulis sebuah tim yang dipimpin oleh antropolog Jessica Cerezo-Román dari Universitas Oklahoma.

Penemuan ini memperdalam pemahaman kita tentang ritual kematian para pemburu-pengumpul, yang menunjukkan bahwa upacara mereka bisa jauh lebih rumit dari yang pernah diperkirakan sebelumnya.

Upacara ini melibatkan perencanaan dan persiapan, serta memerlukan sumber daya yang cukup besar untuk mengumpulkan dan merawat kayu dalam jumlah banyak supaya api tetap menyala berjam-jam lamanya.

Penggunaan situs ini secara terus menerus juga menunjukan adanya ingatan bersama dalam masyarakat, dan mungkin bahkan bentuk penghormatan kepada nenek moyang yang dulunya dianggap minim di kalangan kelompok yang berpindah-pindah.

Kesungguhan manusia dalam menghadapi kematian sudah ada sejak ribuan tahun lalu. Penguburan tertua yang disengaja yang kita ketahui berasal dari 78.000 tahun yang lalu.

Sementara itu, bukti penguburan disengaja yang lebih tua lagi, yang mungkin dilakukan oleh spesies hominin lain, masih menjadi perdebatan yang panas.

MEMBACA  Penipuan AI telah merambah dunia rajutan dan merajut - mengapa ini penting untuk semua orang

Tinggalkan komentar