Surabaya (ANTARA) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berupaya memperkuat kerjasama dengan Tiongkok dalam pengembangan sumber daya manusia dan perdagangan. Hal ini disampaikan usai pertemuannya dengan Konsul Jenderal Tiongkok Ye Su di Surabaya, menurut keterangan pejabat provinsi pada Senin.
Khofifah mengatakan bahwa Jawa Timur sedang menyelaraskan sistem pendidikan menengah atas dengan kebutuhan perguruan tinggi. Tujuannya agar transisi siswa dari SMA ke universitas menjadi lebih lancar dan adil.
Pendekatan ini bertujuan untuk meningkatkan akses dan hasil belajar bagi siswa di seluruh provinsi.
Pertemuan yang diadakan di kediaman Konsul Jenderal Tiongkok di Surabaya itu berfokus pada kerjasama pengembangan SDM melalui beasiswa, pelatihan untuk guru SMK, kemitraan di bidang manufaktur, serta potensi ekspor sarang burung walet.
Khofifah memaparkan sistem penerimaan mahasiswa di Indonesia, yang menggabungkan jalur tes dan jalur non-tes berdasarkan prestasi akademik maupun non-akademik.
Hasil untuk jalur prestasi biasanya diumumkan pada bulan Maret dan berdasarkan rekam jejak kinerja siswa.
Dia menambahkan, dari tahun 2020 hingga 2025, siswa asal Jawa Timur secara konsisten menempati peringkat tertinggi secara nasional dalam penerimaan di perguruan tinggi negeri, baik melalui jalur tes maupun prestasi.
Berita terkait: Jawa Timur Indonesia incar kolaborasi lintas sektor dengan Tiongkok
Khofifah menyebutkan bahwa Pemprov Jatim mengelola enam sekolah berasrama yang dirancang untuk mempersiapkan calon pemimpin dengan daya saing global.
Sekolah-sekolah ini memungkinkan provinsi untuk lebih siap mempersiapkan siswa ketika kesempatan beasiswa internasional, termasuk ke Tiongkok, terbuka.
Di bidang perdagangan, Khofifah mengatakan Jawa Timur memiliki basis manufaktur yang kuat, menyumbang 31,16 persen terhadap ekonomi provinsi pada kuartal III 2025, angka yang lebih tinggi dari rata-rata nasional.
Salah satu komoditas ekspor yang dibahas adalah sarang burung walet, yang menurut Khofifah memiliki potensi kuat di pasar Tiongkok asalkan memenuhi standar karantina dan ekspor internasional.
Dia mengatakan standar yang tepat dan kerjasama yang erat akan membantu meningkatkan pengiriman ke Tiongkok.
Konsul Jenderal Tiongkok Ye Su menyambut baik komitmen Jawa Timur untuk kerjasama yang lebih mendalam, khususnya di bidang pendidikan dan perdagangan.
Dia menyatakan Tiongkok terbuka untuk memperluas kolaborasi melalui beasiswa, program pelatihan, dan kemitraan di bidang manufaktur dan perdagangan, mengacu pada dukungan kelembagaan dan potensi ekonomi Jawa Timur yang kuat.
Berita terkait: Indonesia dan Tiongkok bahas tanggul laut dan kereta cepat dalam pembicaraan di Beijing
Penerjemah: Willi Irawan, Cindy Frishanti Octavia
Editor: Rahmad Nasution
Hak Cipta © ANTARA 2026