Jangkauan Kunci Spesies Menyusut di TNBT: BKSDA Jambi

Kota Jambi (ANTARA) – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi melaporkan bahwa ekosistem kritis di lanskap Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT) terus menyusut akibat aktifitas manusia.

Kondisi ini mengurangi ruang jelajah bagi gajah, harimau, dan orangutan Sumatera, sekaligus meningkatkan potensi konflik antara manusia dan satwa liar yang dapat merugikan kedua belah pihak.

Kepala BKSDA Jambi, Himawan Sasongko, mengatakan dalam keterangan tertulis di Jambi pada Jumat, bahwa lanskap Bukit Tigapuluh merupakan salah satu kawasan hutan dataran rendah dan perbukitan di Provinsi Jambi.

Kawasan ini meliputi Kabupaten Tebo dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat, dengan luas sekitar 270.000 hektar.

Lanskap ini memainkan peran strategis dalam konservasi keanekaragaman hayati dan menjadi habitat penting bagi spesies kunci yang terancam punah.

Sekitar 10 persen populasi gajah Sumatera dataran rendah, 10 persen populasi harimau Sumatera liar, serta orangutan Sumatera hidup dan berkembang biak di habitat alaminya di area ini melalui program reintroduksi.

Namun, dia mencatat bahwa lanskap ini juga merupakan area kunci untuk pengembangan perkebunan kayu industri dan program perhutanan sosial, serta berbatasan dengan area budidaya komoditas bernilai ekonomis lainya.

Situasi ini mengancam kapasitas alami lanskap untuk berfungsi sebagai habitat bagi spesies kunci dan ikonis Sumatera.

Dia menekankan perlunya upaya bersama untuk memperbaiki tata kelola lanskap agar tetap menjadi ruang hidup bersama yang kondusif.

Langkah-langkah seperti itu diperlukan tidak hanya untuk melindungi satwa liar ikonis Sumatera dalam kondisi baik, tetapi juga untuk mempertahankan populasi mereka yang stabil dalam jangka panjang.

Upaya ini membutuhkan kontribusi positif dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah pusat dan daerah, aktivis konservasi dan sosial di tingkat lokal dan nasional, akademisi, serta pengelola lahan di lokasi, baik perusahaan swasta maupun masyarakat yang tinggal di dalam dan di sekitar lanskap.

MEMBACA  Prajurit TNI Ditangkap sebagai Tersangka Pembunuhan Berencana terhadap Manajer Bank, Peranannya Mengejutkan

BKSDA Jambi menyampaikan apresiasi atas diluncurkannya Inisiatif Mempromosikan Pengelolaan Lanskap Berkelanjutan melalui Konservasi Keanekaragaman Hayati dan Aksi Positif Hutan di Bukit Tigapuluh, yang didukung oleh APP Group dan Proforest beserta mitra WWF Indonesia dan KKI WARSI dalam sebuah konsorsium.

Diharapkan langkah strategis menuju pengelolaan lanskap kolaboratif ini akan membantu mendorong perbaikan berkelanjutan dalam tata kelola lanskap Bukit Tigapuluh.

Berita terkait: Anak Badak Jawa langka terekam di Taman Nasional Ujung Kulon

Berita terkait: Indonesia alokasikan US$120 juta untuk lindungi Taman Nasional Way Kambas

Berita terkait: Empat harimau Sumatera terpantau seiring ekosistem Bukit Tigapuluh membaik

Penerjemah: Agus Suprayitno, Primayanti
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar