Sabtu, 17 Januari 2026 – 08:37 WIB
Semarang, VIVA – PT Kereta Api Indonesia (KAI) menerapkan pola operasi memutar akibat banjir yang masih menggenangi jalur rel antara Stasiun Pekalongan dan Stasiun Sragi di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Banjir ini terjadi sejak Sabtu (17/1/2026) dini hari dan berpengaruh ke perjalanan kereta api di jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah.
Baca Juga:
Terpopuler: Denza B5 Siap Masuk RI, Jakarta Lengang Long Weekend, dan Motor Listrik Yamaha
Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menyampaikan bahwa beberapa perjalanan kereta api di jalur Pantura terpaksa dialihkan lewat jalur selatan untuk menjaga keselamatan dan kelancaran operasi.
“Perjalanan beberapa KA dari arah barat memutar melalui rute Tegal – Prupuk – Kroya – Solo Balapan – Gundih – Gambringan lalu ke Semarang Tawang,” ujarnya di Semarang, Sabtu (17/1/2026).
Baca Juga:
Cari Jam Terbang, Duo Hehanussa Dipinjamkan Persib ke Persik Kediri
Beberapa kereta api yang rutenya berubah antara lain KA Argo Anjasmoro, KA Harina, dan KA Kamandaka. Pengalihan ini akan terus dilakukan sampai kondisi jalur rel di area terdampak dinyatakan sudah aman untuk dilewati.
Selain pengalihan rute, bencana banjir ini juga mengakibatkan pembatalan sejumlah perjalanan kereta api dari Stasiun Semarang. Kereta api yang dibatalkan keberangkatannya adalah KA Kaligung dan KA Merbabu.
Baca Juga:
Petani Bakal Digaji Pemerintah untuk Pulihkan Sawah Terdampak Bencana Sumatera
Sebagai langkah antisipasi agar operasional kereta api tetap jalan, PT KAI menyiapkan lokomotif tipe BB 304 yang memiliki kemampuan untuk melintas di jalur rel yang terendam air.
Kondisi jalur rel antara Stasiun Pekalongan dan Sragi di Kabupaten Pekalongan
Photo :
ANTARA/HO-KAI Daop Semarang
“Lokomotif tersebut akan menarik KA dari arah timur ke barat saat melewati rel yang tergenang air,” kata Luqman.
Sebelumnya, jalur rel antara Stasiun Pekalongan dan Stasiun Sragi dilaporkan terendam banjir sejak Sabtu dini hari. Ketinggian air mencapai kira-kira 10 sentimeter di atas kepala rel, sehingga tidak memungkinkan untuk dilewati rangkaian kereta api biasa. (Sumber ANTARA)
Lewat MVP PNM, Ribuan Pelajar Angkat Kisah Ibu sebagai Pahlawan Keluarga
PNM menggelar Madani Visual Parade (MVP) 2025 yang diikuti 1.000 pelajar SLTA se-Indonesia untuk mengangkat peran ibu sebagai pahlawan keluarga.
VIVA.co.id
17 Januari 2026