Jakarta (ANTARA) – Gubernur Jakarta Pramono Anung menyatakan bahwa relokasi warga ke apartemen sewa murah akan menjadi solusi jangka menengah bagi penduduk Kelurahan Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, untuk mengurangi risiko banjir di masa datang.
“Tidak mungkin hanya mengandalkan pompa untuk mengalirkan air. Solusi jangka menengahnya adalah mereka harus bersedia dibangunkan blok apartemen, dan bekas permukiman bisa kemudian ditingkatkan,” kata Anung pada Minggu.
Menurut gubernur, jumlah pengungsi di Rawa Buaya adalah tertinggi dibandingkan wilayah lain di Jakarta. Saat kunjungan ke lokasi pengungsian warga Rawa Buaya pada Sabtu (24 Jan), ia telah menawarkan solusi ini.
Pada Minggu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta mencatat 131 kepala keluarga, atau 480 orang, masih tinggal di lokasi pengungsian. Air banjir di Rawa Buaya kini sudah surut.
Beberapa wilayah di Jakarta Barat juga dilaporkan terkena dampak banjir yang parah, dipengaruhi aliran air dari daerah hulu di Tangerang dan Tangerang Selatan melalui sungai seperti Angke, Pesanggrahan, dan Mookervart, yang bermuara ke Kanal Cengkareng.
Tinggi muka air di Kanal Cengkareng telah turun dari 350 menjadi 315 centimeter, sementara ambang batas aman adalah 310 centimeter.
Banjir Jakarta sebagian besar disebabkan curah hujan ekstrem, rata-rata 200 milimeter per hari dan mencapai hingga 260 milimeter di titik tertentu.
Untuk menangani banjir, Pemerintah Provinsi Jakarta telah mengerahkan 152 pompa tetap, 49 rumah pompa, 76 pompa mobil, dan 60 pompa apung atau portabel.
Alat berat juga telah dimobilisasi, termasuk 99 truk sampah, tiga crane, enam unit combi jetting, 59 ekskavator, satu self-loader, dan satu wheel loader.
Selain itu, empat pompa telah dikerahkan dari Sub Sumber Daya Air Jakarta Utara dan Jakarta Pusat untuk mempercepat upaya penanggulangan banjir.
Berita terkait:
- Jakarta bantu daerah penyangga dalam modifikasi cuaca
- Jakarta imbau WFH dan kerja fleksibel terkait banjir
- Banjir Jakarta: BMKG prediksi hujan sedang-lebih untuk minggu depan
Penerjemah: Lia, Kenzu
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026