Istri Ali Khamenei Dikabarkan Masih Hidup, Pimpinan Tertinggi Iran Telah Meninggal

Jumat, 13 Maret 2026 – 12:40 WIB

Iran, VIVA – Istri mendiang pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh, dilaporkan masih hidup. Kabar ini membantah pemberitaan yang menyebut beliau meninggal dalam serangan gabungan AS-Israel pada 28 Februari lalu.


Soal Kematian Ayahnya Ali Khamenei, Mojtaba: Iran Akan Balas dengan Kekuatan Penuh!

Seperti sempat diberitakan, selain Ali Khamenei, beberapa anggota keluarganya seperti menantu dan cucunya tewas dalam serangan itu.

Konfirmasi bahwa istri mendiang Ayatollah ini masih hidup diumumkan oleh kantor berita Fars. Kantor berita yang dekat dengan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) itu pada Kamis, 12 Maret, menyatakan kabar meninggalnya Mansoureh adalah tidak benar.


Bela Iran soal Program Nuklir, China-Rusia Bentrok dengan AS di DK PBB

Menurut laporan Hindustan Times, pernyataan ini muncul setelah pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, tidak menyebutkan kabar kematian ibunya dalam pidato pertamanya. Mansoureh memang dikenal sebagai figur yang sangat tertutup dan jarang terlihat di publik.


Pesawat Tanker AS Jatuh saat Operasi Militer di Iran, Bantah Dirudal Musuh

Mojtaba Khamenei bersumpah akan membalas kematian para “syuhada” Iran. Dalam pidato pertamanya, dia berjanji akan membalas warga Iran yang tewas dalam perang melawan AS dan Israel, termasuk anak-anak korban serangan di sekolah Minab.

Dalam pernyataan yang dibacakan di televisi pemerintah, Mojtaba juga menjelaskan sikap Iran. Dia menyerukan agar penutupan Selat Hormuz digunakan sebagai alat tekanan terhadap musuh.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan beberapa kapal masih bisa melintasi selat itu tetapi harus berkoordinasi dengan angkatan laut Iran. Dia menyatakan situasi tidak akan kembali seperti sebelum 28 Februari, karena kini semua pihak menyadari pentingnya keamanan Selat Hormuz.

MEMBACA  Kelompok Bhikkhu Thudong Singgah di Masjid Agung Semarang, Tertarik dan Terkesan

Survei: Separuh Warga AS Salahkan Trump Imbas Kenaikan Harga BBM

Sebanyak 74 persen warga AS mengatakan harga bensin telah naik tahun ini, dengan 48 persen warga Amerika yang menyalahkan Presiden Donald Trump imbas kenaikan harga BBM.

VIVA.co.id

13 Maret 2026

Tinggalkan komentar