Kamis, 25 Juni 2026 – 09:24 WIB
Jakarta, VIVA – Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg), Juri Ardiantoro mastiin semua pegawai bekas Hotel Sultan bakal dapet kerjaan lagi dari Pusat Pengelolaan Kompleks Gelora Bung Karno (PPKGBK).
Menurut dia, sekarang ini pihak PPKGBK masih ngelakuin pendataan dan verifikasi soal jumlah pegawai eks Hotel Sultan.
“Sekarang lagi didata dan diverifikasi. Nanti pengurus GBK yang bakal falisitasi mereka buat bisa diberdayakan lagi,” kata Juri sama wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, dikutip Kamis, 25 Juni 2026.
Juri nerangin, nantinya pegawai eks Hotel Sultan bakal dipilah-pilah sesuai kebutuhan dan bidang kerja masing-masing sama PPKGBK. “Ya tentu bakal dipilah-pilah, kan ada pegawai tetap, pegawai harian, trus selama ini mereka kerja di bidang apa,” jelasnya.
Sebelumya dilaporin, proses ngosongin dan mindahin barang-barang dari Blok 15 eks Hotel Sultan masih jalan sampe Rabu, 24 Juni 2026. Barang-barang yang dieksekusi dari hotel itu dipindahin secara bertahap ke dua gudang di kawasan Cikarang, Kabupaten Bekasi, sesuai jenis, asal, dan ciri khas masing-masing barang.
“Proses mindahin barang hasil eksekusi Blok 15 masih berjalan. Barang dipindahin ke dua gudang yang udah ditentuin dan disimpen menurut jenis, asal, dan ciri khasnya. Kita targetin proses ngosongin dan mindahin semua barang kelar dalam waktu sekitar satu bulan,” ucap Kuasa hukum PPKGBK, Kharis Sucipto, Rabu, 24 Juni 2026.
Sementara itu, Koordinator Tim Mover, Stefanus Didi nerangin kalo proses pemindahan dilakuin lewat sistem kerja yang terstruktur, dari labeling, packing, angkut, sampe naro barang di gudang. Masing-masing barang dicatet biar asal, jenis, dan tempat simpennya bisa dilacak balik.
Barang yang dipindahin contohnya furnitur hotel kayak kursi, meja, dan sofa, berbagai alat operasional hotel, juga perlengkapan restoran kaya piring sama alat makan. Barang yang punya nilai ekonomi tinggi dapet perlakuan khusus selama proses pengepakan dan pengangkutan.
“Sistem penyimpenan dilakuin dengan terstruktur lewat tahap labeling, packing, angkut, sampe penyimpenan. Buat barang tertentu yang tingkat kesulitannya tinggi, cara bongkar dan pasang ulang bakal ngikutin petunjuk teknis dari prinsipal atau penyuplai barang,” ujar Didi.