loading…
IRGC tunggu kapal perang AS di selat Hormuz. Foto/X/@rkmtimes
TEHERAN – Garda Revolusi Iran (IRGC) memperingatkan bahwa mereka sedang menantikan pasukan AS untuk mengawal kapal-kapal melalui Selat Hormuz. Selat itu adalah jalur air strategis di mana lalu lintas kapal masih terganggu karena perang di wilayah itu masih berlangsung.
“Kami menunggu kedatangan mereka,” ujar juru bicara Garda, Ali Mohammad Naini. Pernyataannya ini keluar setelah Menteri Energi AS mengumumkan bahwa Angkatan Laut mereka sedang bersiap untuk mengawal kapal-kapal melalui selat tersebut “secepat mungkin bila dianggap perlu.”
“Kami sarankan sebelum mengambil keputusan apapun, Amerika harus ingat peristiwa kapal tanker super Amerika Bridgeton yang terbakar pada tahun 1987 dan juga kapal tanker minyak yang baru-baru ini menjadi sasaran,” kata Naini, seperti dilaporkan kantor berita Fars.
Sebelumnya, Korps Garda Revolusi Islam Iran menyatakan pasukannya menyerang kapal tanker minyak berbendera Kepulauan Marshall di Teluk Persia. Serangan ini terjadi ketika konflik dengan Israel dan Amerika Serikat semakin memanas.
“Sebuah kapal tanker minyak bernama ‘Louise P’ yang berbendera Kepulauan Marshall, yang merupakan salah satu aset teroris Amerika, terkena serangan drone di tengah Teluk Persia,” tulis IRGC dalam situs webnya, Sepah News.
Sementara itu, Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) melaporkan mereka menerima laporan dari pihak ketiga tentang sebuah insiden sekitar 10 mil laut di utara Jubail, Arab Saudi. Insiden ini terjadi di perairan teritorial Saudi, menurut peringatan yang dikeluarkan pada hari Jumat.