Iran Siap Hadapi Perang Berkepanjangan Melawan AS dan Israel, Berapa Pun Biayanya

Rabu, 4 Maret 2026 – 08:30 WIB

Iran Siap Hadapi Perang Panjang, AS dan Israel Akan Menyesal

VIVA – Iran menyatakan kesiapannya untuk perang jangka panjang dan akan memastikan musuh-musuhnya "menyesali kesalahan", kata Ali Larijani, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, pada Senin.

Dalam pernyataan di media sosial X, Larijani menyatakan bahwa Iran, berbeda dengan Amerika Serikat, siap untuk melancarkan perang panjang setelah serangan terbaru yang dikaitkan dengan Washington dan Tel Aviv.

"Berapapun biayanya, kami akan dengan tegas membela diri dan peradaban kami yang berusia 6.000 tahun," tulisnya. Ia menambahkan bahwa Iran akan terus membela diri dari agresi.

Larijani juga menegaskan bahwa Iran tidak pernah memulai perang dalam sejarah modern. "Seperti yang telah terjadi selama 300 tahun terakhir, Iran tidak pernah menjadi pihak yang memulai perang," ujarnya.

Pernyataan ini muncul di tengah eskalasi militer setelah Israel dan AS melancarkan serangan ke wilayah Iran mulai Sabtu pagi, menurut laporan dari Teheran. Iran menyatakan serangan itu mengakibatkan ratusan korban jiwa, termasuk tokoh keamanan senior.

Sebagai balasan, Iran telah meluncurkan serangan rudal dan drone ke arah Israel dan pangkalan militer AS di wilayah tersebut. Beberapa serangan balik ini dilaporkan menimbulkan korban dan kerusakan infrastruktur.

Washington dan Tel Aviv menuduh Teheran mengembangkan kemampuan nuklir dan rudal yang mengancam Israel dan sekutunya di kawasan. Iran membantah ingin mengembangkan senjata nuklir dan bersikeras bahwa programnya hanya untuk perdamaian.

Konfrontasi ini terjadi meski ada upaya diplomatik baru-baru ini yang dimediasi Oman, yang sebelumnya dikatakan menunjukkan kemajuan sebelum permusuhan pecah.

AS sendiri menyatakan tidak ingin terlibat perang berkepanjangan di Timur Tengah, meskipun Presiden Donald Trump mempertimbangkan opsi militer terhadap Iran di tengah perundingan nuklir.

MEMBACA  Huawei Cloud CVADCS Mengungkap Solusi Revolusioner untuk Pertambangan Pintar di MWC 2025

Trump menyatakan operasi militer AS terhadap Iran bisa berlangsung empat minggu atau lebih singkat. "Prosesnya selalu sekitar empat minggu. Kami perkirakan akan butuh waktu segitu. Sekuat apapun suatu negara, akan butuh empat minggu—atau kurang," kata Trump dalam wawancara dengan Daily Mail.

Trump juga menambahkan bahwa kemungkinan akan ada korban jiwa baru di kalangan militer AS selama operasi di Iran.

Halaman Selanjutnya

Tinggalkan komentar