loading…
Iran memiliki cadangan minyak mentah terbukti terbesar ketiga di dunia. FOTO/Iran Press
JAKARTA – Iran mempunyai cadangan minyak terbukti terbesar nomor tiga di dunia. Posisi ini membuat negara itu jadi pemain penting di pasar energi global. Hal ini tetap penting meskipun produksi minyak Iran turun sejak tahun 1970-an karena sanksi dari Amerika Serikat.
“Pada 1974, Iran adalah produsen terbesar ketiga di dunia setelah AS dan Arab Saudi, serta di atas Rusia. Waktu itu, Teheran memproduksi sekitar 6 juta barel per hari,” kata Kepala Analis Global Risk Management, Arne Lohmann Rasmussen, seperti dikutip dari Reuters, Minggu (1/3/2026).
Baca Juga: Mojtaba, Putra Khamenei, Diajukan sebagai Calon Pemimpin Tertinggi Iran
Berdasarkan data Statistical Bulletin 2025 dari OPEC, cadangan minyak Iran diperkirakan mencapai 208,6 miliar barel. Angka ini menempatkannya di bawah Venezuela dan Arab Saudi dalam daftar global. Posisi ketiga ini mewakili sekitar 12% dari total cadangan minyak dunia.
Walaupun begitu, produksi minyak Iran sudah turun banyak dari puncaknya di tahun 1974. Menurut laporan terbaru OPEC, Iran sekarang memproduksi sekitar 3,1 juta barel per hari. Jumlah ini masih penting, tapi jauh lebih rendah dari angka sejarahnya.
Penurunan produksi ini terutama disebabkan oleh sanksi dari Amerika Serikat yang dimulai sejak Revolusi Islam 1979. Sanksi ini diperketat beberapa kali dan membatasi akses Iran ke pasar internasional. Akibatnya, Iran hanya punya sedikit pilihan untuk ekspor langsung dan sering harus jual minyak melalui cara-cara yang lebih terbatas.