loading…
Iran tunjukkan jaringan terowongan rudal bawah laut. Ini menjadi ancaman yang mengerikan bagi kapal-kapal perang AS di Selat Hormuz. Foto/X @IranArmyStan
TEHERAN – Iran telah mengungkap jaringan terowongan rudal bawah laut yang diduga menampung ratusan rudal jelajah jarak jauh. Fasilitas senjata ini akan jadi ancaman mengerikan bagi kapal perang Amerika Serikat (AS) di Selat Hormuz jika Washington nekat melancarkan agresi.
Dalam rekaman yang disiarkan televisi pemerintah Iran, komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Alireza Tangsiri, muncul di dalam fasilitas rudal kapal selam yang luas, menunjukkan deretan rudal yang siap diluncurkan.
Baca Juga: Iran Latihan Perang di Selat Hormuz, AS Marah Besar
Tangsiri mengatakan Angkatan Laut IRGC punya jaringan terowongan rudal yang luas dibawah laut, yang dikembangkan untuk menghadapi kapal-kapal AS yang beroperasi di Teluk dan Laut Oman.
Dia mengatakan terowongan itu menyimpan ratusan rudal jelajah dengan jangkauan lebih dari 1.000 kilometer (sekitar 621 mil).
Dia menambahkan bahwa rudal Qader 380 L, yang diproduksi Angkatan Laut IRGC, memiliki jangkauan lebih dari 1.000 km dan dilengkapi sistem panduan cerdas yang mampu melacak target hingga menghantam sasaran.
“Kemampuan kami terus berkembang,” kata Tangsiri, menekankan bahwa pasukan Iran siap hadapi ancaman apa pun di tingkat mana pun dan di wilayah geografis mana pun, sebagaimana dikutip dari The New Arab, Minggu (1/2/2026).
Pengungkapan ini terjadi ketika Angkatan Laut Iran secara terbuka mengancam akan mengganggu kapal-kapal pengiriman yang melintasi Selat Hormuz, jalur air strategis yang dilalui sekitar seperlima konsumsi minyak global setiap hari.
Mohammad Akbarzadeh, wakil politik pasukan Angkatan Laut IRGC, mengatakan Iran menjalankan dominasi penuh atas selat tersebut di seluruh domain udara, permukaan, dan bawah permukaan.
Mengutip laporan dari Fars News, Akbarzadeh mengatakan, “Iran menerima intelijen secara real-time dari langit, permukaan, dan bawah air Selat Hormuz.” Dia menambahkan bahwa keamanannya bergantung pada keputusan yang diambil di Teheran.
Selat Hormuz dilalui lebih dari 21 juta barel minyak setiap hari, yang menyumbang sekitar 37 persen dari lalu lintas minyak global.
Akbarzadeh mengatakan Iran mampu melacak kapal-kapal yang berlayar di bawah bendera yang berbeda menggunakan teknologi modern, menekankan bahwa Teheran tidak cari perang tetapi tetap sepenuhnya siap untuk berperang.
“Jika perang dipaksakan kepada kami, tanggapannya akan lebih tegas dari sebelumnya,” katanya, menambahkan bahwa kesiapan pertahanan Iran, khususnya dalam pertahanan udara, “sangat tinggi”.