Investigasi Dampak Kesehatan Paparan Kimia di Cilegon

Cilegon, Banten (ANTARA) – Kementerian Lingkungan Hidup sedang melakukan studi mendalam dan konsultasi ilmiah mengenai dampak paparan asam nitrat (HNO3) pada warga terkait insiden di PT Vopak Terminal Merak, Cilegon, Banten.

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengatakan studi ini sangat penting untuk memastikan dampak kesehatan masyarakat ditangani secara komprehensif dan adil.

“Asam nitrat, yang sangat korosif, dapat terurai menjadi nitrat. Kami akan menyelidiki sejauh mana pengaruhnya terhadap individu yang terpapar,” ujarnya pada Rabu.

Ia menekankan bahwa pelaku usaha yang bertanggung jawab atas paparan terhadap 56 warga tidak dapat dibebaskan dari tanggung jawab dan akan menghadapi tuntutan pemerintah.

Kantornya akan melakukan tinjauan tambahan jika penanganan saat ini dianggap tidak memadai dalam memberikan keadilan bagi masyarakat setempat.

Nurofiq menyatakan penyelidikan akan mencakup kajian teknis dan konsultasi pakar untuk menghitung dampak lingkungan berdasarkan lama dan luasnya paparan.

Kementerian juga memberi sinyal kemungkinan penyelesaian gugatan melalui mediasi tanpa menghentikan proses hukum yang sedang berjalan.

Ia menambahkan, pendekatan ini diamanatkan oleh undang-undang untuk menyeimbangkan pemulihan lingkungan dengan perlindungan kesehatan masyarakat.

Pada 31 Januari, asap tebal kekuningan-cokelat yang diduga berasal dari pabrik penyimpanan bahan kimia menyebabkan kepanikan di kalangan warga lingkungan Cikuasa.

Asap dan bau menyengat itu mengakibatkan masalah kesehatan seperti pusing dan mual, yang memerlukan perawatan medis di Puskesmas Pulomerak.

Kepala Polisi Cilegon, Komisaris Polisi Senior (AKBP) Martua Raja Taripar Laut Silitonga, menjelaskan bahwa insiden itu bukan disebabkan kebocoran instalasi, melainkan oleh proses pembersihan pipa.

Ini melibatkan reaksi kimia di mana asam nitrat didorong oleh gas nitrogen menuju scrubber. Cairan itu kemudian bercampur dengan minyak dasar dalam wadah; saat tutup dibuka, gas bercampur dengan asap oranye keluar.

MEMBACA  Pabrik Petrokimia Cilegon Kurangi Impor Indonesia, Menjamin Ketahanan Energi

Menurut data Badan Lingkungan Hidup Kota Cilegon, tes laboratorium kualitas udara pada 1 Februari menunjukkan kadar oksigen di 20,9 persen, masih dalam ambang batas aman 19,5 persen dan 23,5 persen.

Sementara itu, kadar hidrogen sulfida (H2S) terukur di 0,6 ppm, jauh di bawah batas bawah 10 ppm dan batas atas 20 ppm. Kadar karbon monoksida (CO) tercatat di 1,9 ppm, di bawah ambang batas 35–70 ppm.

Berita terkait: Pabrik petrokimia Cilegon untuk kurangi impor Indonesia: Menteri

Berita terkait: Prabowo buka pabrik petrokimia terbesar di Asia Tenggara di Cilegon

Penerjemah: Devi Nindy Sari, Resinta Sulistiyandari
Editor: Arie Novarina
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar