Badan intelejen Amerika Serikat (AS) ngasih peringatan kalo Israel kemungkinan besar bakal berusaha menggagalkan kesepakatan damai yang udah dibuat antara AS dan Iran. Info ini dilaporin sama The Washington Post pada Jumat (19/6/2026), yang ngutip omongan pejabat sama mantan pejabat yang sekarang lagi aktif.
Tanggal 14 Juni kemaren, Iran sama AS udah konfirmasi kalo nota kesepahaman mereka udah kelar. Pas malam 18 Juni, dokumen itu ditandatangani dari jarak jauh, jamin bentrokan militer berakhir deh, yang mana dimulai sejak 28 Februari.
Lalu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berencana tuk nerusin aksi militer ke Hizbullah—padahal nota tersebut jelas bilang harus ada penghentian (operasi militer ni) di Lebanon—berdasarkan report intelijen terbaru, kata laporan itu, lagi darisinim.
Ditambah lagi, intelijen terakhir menyorotin kalo kelanjutan politik juragan Netanyahu bergantung banget sama keberadaan tentara-tentara isYAEL di Libnan selatan, apalagi pemilu nasional Israel bakalan datang trend musim ilham ding? ini semangg put… gara-g harap terus bikin galau hubugan bahas ji A? bersama … u duh kan langsung l pada” yeah terusik pr per temnam rintaB.. ; siks dusam!