Inspeksi 32.760 Unit Angkutan Massal untuk Keamanan Mudik

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Perhubungan Indonesia menegaskan kembali komitmennya untuk menjamin keselamatan perjalanan menyambut musim mudik Idul Fitri 2026 dengan melakukan pemeriksaan mendadak (ramp check) pada 32.760 unit angkutan umum di berbagai moda secara nasional.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan telah menginstruksikan petugas kementerian untuk konsisten melaksanakan ramp check sesuai prosedur yang berlaku. Hal ini demi memastikan hanya kendaraan yang laik jalan yang melayani pemudik.

“Upaya seperti ini sangat penting untuk meningkatkan keselamatan dan mencegah kecelakaan selama periode mudik,” ujarnya di Jakarta, Jumat malam (6 Maret).

Lebih rinci tentang kebijakan inspeksi besar-besaran ini, Purwagandhi melaporkan bahwa sejak 23 Februari, telah dilakukan pemeriksaan pada 27.664 bus. Dari jumlah tersebut, 17.516 unit dinyatakan laik operasi, sementara sisanya harus diperbaiki, ditolak izin operasinya, atau dikenai sanksi administratif.

Untuk transportasi laut, Menteri memastikan telah diperiksa 832 dari 840 kapal laut terdaftar dan 220 dari 254 kapal feri yang menjadi target. Pemerintah juga telah memeriksa 372 dari 564 pesawat yang ditunjuk untuk melayani perjalanan mudik.

Dia juga menyoroti pemeriksaan pada layanan kereta api, di mana ramp check telah dilakukan pada 3.672 unit dari 3.687 unit yang dijadwalkan.

Purwagandhi juga mendorong semua operator angkutan umum untuk secara proaktif merawat armadanya dan memastikan kepatuhan penuh terhadap standar keselamatan sebelum dioperasikan.

“Semua operator transportasi umum harus menjamin keselamatan penumpang dan memberikan pelayanan yang optimal. Ini penting untuk menumbuhkan rasa aman dan nyaman bagi para pemudik,” tegasnya.

Kementerian Perhubungan memproyeksikan penurunan jumlah pemudik tahun ini sebesar 1,7 persen, dari 146,4 juta traveler pada 2025 menjadi 143,9 juta.

Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui usulan kementerian untuk penerapan kebijakan work-from-anywhere (WFA) menjelang puncak arus mudik yang diperkirakan antara 16 hingga 18 Maret, untuk mengantisipasi kemacetan lalu lintas.

MEMBACA  Para pengasingan yang melarikan diri dari Gaza untuk hidup dalam ketidakpastian

Pemerintah juga berencana menerapkan kebijakan WFA pada tanggal 25, 26, dan 27 Maret untuk meredam kepadatan selama periode arus balik setelah Idul Fitri.

Berita terkait: Pemerintah proyeksikan 143,9 juta pemudik Lebaran

Berita terkait: Indonesia akan tanggung penuh PPN 11 persen untuk tiket pesawat mudik 2026

Penerjemah: M. Harianto, Tegar Nurfitra
Editor: Primayanti
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar