Minggu, 12 Oktober 2025 – 10:52 WIB
Beijing – Pemerintah Tiongkok, lewat tiga lembaga yaitu Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi, Kementerian Keuangan, dan Administrasi Perpajakan Negara, baru saja mengumumkan aturan teknis terbaru. Aturan ini untuk kendaraan elektrifikasi yang mau dapat insentif pajak pembelian pada periode 2026 sampai 2027.
Baca Juga :
Edukasi tentang Mobil Listrik Masih Belum Merata
Kebijakan ini berlaku untuk mobil hybrid dan juga mobil listrik murni. Diumumkan tanggal 9 Oktober, aturan ini menaikan standar terutama untuk kendaraan plug-in hybrid (PHEV).
Dalam aturan baru, PHEV harus punya jarak tempuh listrik minimal 100 kilometer, naik banyak dari sebelumnya cuma 43 kilometer. Untuk kendaraan listrik murni (EV), batas konsumsi energinya akan ikut standar nasional baru GB 36980.1-2025 yang lebih ketat sekitar 11 persen.
Baca Juga :
Pemerintah Godok Insentif Kendaraan Komersial Listrik
Sekjen Asosiasi Mobil Penumpang Tiongkok (CPCA), Cui Dongshu, bilang kalo kebijakan ini menunjukkan kemajuan teknologi yang cepat untuk kendaraan listrik dan hybrid.
“Penyesuaian ini sejalan dengan peningkatan jarak tempuh NEV dan tekonologi jarak jauh, memastikan kebijakan sesuai dengan kemajuan teknologi,” kata Cui ke media lokal, seperti dikutip dari Carnewschina, Minggu 12 Oktober 2025.
Baca Juga :
Kesan Pertama Berkendara Aletra L8 EV, MPV Keluarga yang Nyaman
Cui nambahkan bahwa langkah ini akan mendorong perusahaan otomotif untuk lebih banyak berinvestasi di penelitian dan pengembangan.
“Dengan menaikan ambang batas teknis, pemerintah mengarahkan perusahaan agar meningkatkan investasi R&D, menghapus produk yang sudah usang, dan beralih dari ekspansi skala menuju pembangunan yang berkualitas tinggi,” jelasnya.
Berdasarkan dokumen resmi, kendaraan penumpang dengan berat di atas 3.500 kilogram akan mengikuti standar konsumsi energi yang sama seperti kendaraan seberat 3.500 kilogram. Untuk kendaraan plug-in hybrid, batas konsumsi bahan bakarnya juga diperketat jadi kurang dari 70 persen dari batas standar bagi kendaraan di bawah 2.510 kilogram, dan kurang dari 75 persen untuk kendaraan di atas bobot itu.
Selain itu, konsumsi energi listrik untuk kendaraan PHEV harus lebih rendah dari 140 sampai 145 persen dari batas standar, tergantung berat kendaraannya. Ketentuan baru ini akan mulai berlaku pada 1 Januari 2026, dengan masa transisi sampai akhir tahun 2025.
Kendaraan yang sudah terdaftar dalam katalog pembebasan pajak sampai 31 Desember 2025 dan memenuhi persyaratan baru akan otomatis masuk ke katalog 2026. Tapi, kendaraan yang tidak sesuai akan dihapus dari daftar dan tidak dapat insentif pajak pembelian lagi.
Produsen yang ingin model lamanya tetap ada di katalog pembebasan pajak 2026 harus mengajukan permohonan paling lambat 12 Desember 2025. Pemerintah berharap tenggat waktu ini memberikan cukup waktu bagi produsen untuk menyesuaikan desain dan spesifikasi teknis kendaraan mereka.