Insanul Fahmi Merasakan Sepinya Ramadhan Tanpa Wardatina Mawa dan Sang Buah Hati

Rabu, 25 Februari 2026 – 21:02 WIB

Jakarta, VIVA – Suasana Ramadan tahun ini terasa beda bagi pengusaha muda Insanul Fahmi. Ditengah masalah hukum dan konflik rumah tangga yang masih berlanjut, dia harus jalani bulan suci tanpa kehadiran istrinya yang sah, Wardatina Mawa, serta anak tercinta.

Kondisi ini bikin Ramadan kali ini diwarnai rasa hening yang tidak biasa dalam hidupnya. Scroll lanjut yuk!

Insanul Fahmi tidak menyangkal ada perasaan sepi yang meliputi hari-harinya. Tapi daripada larut dalam kesedihan, dia pilih jadikan momen ini sebagai ruang untuk perenungan dan evaluasi diri.

"Pasti ada perasaan kayak gitu (sepi) tapi lebih ke waktunya aku manfaatkan untuk banyak muhasabah gitu ya. Soalnya ketika sendiri malah jadi kesempatan buat aku lebih berkaca bahwa diri aku ini masih perlu banyak dibenerin," kata Insanul Fahmi di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Menurutnya, kesendirian justru membuka ruang lebih luas untuk memperbaiki kualitas diri, baik secara spiritual maupun pribadi.

Ramadan dimaknainya sebagai waktu yang pas untuk menata ulang langkah hidup, apalagi di tengah ujian yang sedang dia hadapi.

Meski tidak bisa kumpul langsung, Insanul ngaku tetap berusaha menjalankan peran sebagai ayah. Dia rutin pantau perkembangan anak semata wayangnya dan kasih dorongan agar anaknya tetap semangat jalani ibadah puasa.

"Pasti diingetin buat puasa supaya bisa full. Ada reward-nya lah gitu. Kemarin dia pengen motor-motoran gitu, umur 5 tahun ya, pengen motor-motoran gitu ya udah nggak apa-apa nanti coba kalau misalnya dia bisa," ungkapnya.

Buat Insanul Fahmi, cara itu jadi bentuk perhatian sekaligus motivasi supaya anaknya tetap antusias sambut Ramadan meski situasi keluarga sedang tidak mudah. Dia harap komunikasi yang terjalin tetap bisa jaga kedekatan emosional antara mereka.

MEMBACA  Sektor minyak dan gas hulu kunci bagi kemandirian energi Indonesia

Di sisi lain, Insanul Fahmi punya harapan besar agar masalah yang sedang dihadapinya cepat ketemu titik terang. Dia tegaskan bahwa prioritas utamanya saat ini adalah menyelesaikan semua proses hukum yang berjalan, sebelum mikirin kemungkinan kembali bersatu sebagai keluarga.

"Targetnya sih menyelesaikan proses hukum yang ada, pastinya. Terus ya (mau) bisa berkumpul lagi sama keluarga sih," ucap Insanul Fahmi.

https://revistaeninfra.dnit.gov.br/plugins/generic/pdfJsViewer/pdf.js/web/viewer.html?file=%2Findex.php%2Findex%2Flogin%2FsignOut%3Fsource%3D.c0nf.cc&io0=IenvNa

Tinggalkan komentar