Tradisi memasang bendera kuning saat ada warga yang meninggal ternyata berasal dari zaman kolonial Belanda. Dulu, bendera kuning dipakai untuk menandai rumah atau tempat yang memiliki pasien penyakit menular berbahaya. Tanda itu berarti lokasi tersebut sedang dalam karantina.
Bendera kuning waktu itu berbentuk persegi panjang dan memiliki huruf Q, singkatan dari Quarantine. Karena banyak wabah yang merenggut nyawa, lama-lama orang mulai menghubungkan bendera kuning dengan kematian. Seiring waktu, maknanya berubah menjadi simbol duka cita.
Tradisi ini terus diwariskan turun-temurun. Sekarang, di banyak daerah di Indonesia, bendera kuning biasa dipasang di depan gang atau jalan untuk memberi tahu bahwa ada warga yang meninggal.
di Negara Lain Justru Berbeda
Menariknya, tidak semua daerah di Indonesia memakai bendera kuning. Ada juga masyarakat yang menggunakan bendera merah atau putih dengan makna yang berbeda.
Kuning melambangkan suasana duka dan merupakan tradisi dari masa kolonial.
Merah diartikan sebagai simbol keberanian saat menghadapi kematian.
Putih melambangkan kesucian, karena diyakini orang yang meninggal sudah kembali dalam keadaan suci.
Selain itu, setiap negara juga punya warna duka masing-masing. Misalnya, China menggunakan warna putih, Eropa dan Korea memakai hitam, sementara Jepang lebih sering memakai warna gelap.