Inggris Pertimbangkan Pencabutan Hak Pangeran Andrew untuk Mewarisi Takhta

Sabtu, 21 Februari 2026 – 16:20 WIB

Pemerintah Inggris dikabarkan lagi mempersiapkan langkah hukum buat mencabut gelar kebangsawanan dan menghapus Pangeran Andrew dari garis suksesi takhta. Ini terjadi setelah kontroversi terbaru yang narik lagi namanya kedalam masalah.

Wacana ini muncul setelah Andrew ditangkap pada Kamis, 19 Februari 2026, karena diduga melakukan pelanggaran jabatan publik. Penangkapan ini menyusul dibukanya dokumen baru di Amerika Serikat yang terkait dengan terpidana kejahatan seksual, Jeffrey Epstein. Walaupun dia sudah dibebasin setelah 11 jam, penangkapan itu tetap picu banyak reaksi politik di Westminster.

Menurut laporan BBC, pemerintah berencana mengajukan proposal undang-undang yang secara resmi akan menghalangi Andrew—yang sekarang pakai nama Andrew Mountbatten-Windsor—untuk pernah naik takhta kerajaan.

Banyak politisi dari berbagai partai ngasih pernyataan tegas. Ed Davey dari Partai Demokrat Liberal bilang masalah ini perlu dipertimbangkan oleh parlemen, dan menegaskan bahwa keluarga kerajaan pasti pengen pastiin Andrew nggak pernah jadi raja. Stephen Flynn dari Partai Nasional Skotlandia (SNP) bilang publik pasti marah kalau seseorang yang dikaitin sama Epstein masih ada kemungkinan jadi kepala negara. Andrew Bowie dari Partai Konservatif juga bilang parlemen punya hak buat bertindak kalo Andrew ternyata terbukti bersalah.

Tekanan publik juga keliatan dari survei YouGov yang dirilis Jumat, di mana 82% orang yang disurvei setuju buat hapus Andrew sepenuhnya dari garis suksesi, sementara cuma 6% yang mau dia tetap dipertahankan.

Secara sejarah, perubahan terakhir pada garis suksesi dilakukan lewat Succession to the Crown Act 2013, yang mengubah aturan diskriminatif tentang pernikahan dengan orang Katolik. Contoh penghapusan lewat undang-undang pernah terjadi di tahun 1936 waktu Edward VIII turun takhta buat nikah sama Wallis Simpson, yang bikin dia dan keturunannya hilang hak atas mahkota.

MEMBACA  Andrew Bailey diberikan peran stabilitas keuangan teratas saat tarif menciptakan kekacauan.

Terkait kasus terbaru ini, Kepolisian Thames Valley nyatakan mereka sudah mulai penyelidikan atas dugaan pelanggaran jabatan publik setelah lakukan penilaian. Andrew sendiri membantah sudah melakukan pelanggaran hukum apapun yang terkait hubungannya dengan Epstein.

Andrew, yang adalah adik dari Raja Charles III, pernah jadi utusan dagang Inggris dari tahun 2001 sampai 2011. Dia mundur dari tugas kerajaan di tahun 2019 setelah hubungannya dengan Epstein jadi sorotan. Dalam dokumen terbaru yang dibuka di AS, Andrew disebutkan pernah bagi jadwal perjalanan dinasnya di tahun 2010 ke Epstein dan juga meneruskan laporan resmi dari perjalanan tersebut.

Tinggalkan komentar