Jakarta (ANTARA) – Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyatakan bahwa program Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) secara langsung menguntungkan komunitas berpenghasilan terendah.
“Kita semua setuju bahwa Infrastruktur Berbasis Masyarakat langsung menjangkau komunitas yang paling kurang mampu,” ujarnya dalam rapat kerja dengan parlemen di sini, Selasa.
Kementerian PUPR sedang mengkonsolidasikan anggarannya untuk memastikan pendanaan IBM tidak dikurangi, dengan mengalokasikan Rp5,48 triliun (sekitar US$321,1 juta) untuk IBM. Dengan alokasi Rp5,48 triliun itu, program IBM 2026 menargetkan 15.364 lokasi.
Hanggodo menegaskan kembali komitmen kementeriannya untuk mempertahankan pendanaan IBM sesuai Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) awal 2026, meskipun pengeluaran kementerian dan lembaga diperketat untuk mitigasi kondisi ekonomi global.
“Kami sedang berdiskusi dengan Kementerian Keuangan untuk memastikan IBM tidak dipotong, dan jika perubahan (alokasi anggaran) diperlukan, itu akan berasal dari area lain,” katanya. Diskusi masih berlangsung dan diperkirakan berlanjut hingga 15 April.
Tinjauan pengeluaran ini mengikuti arahan Presiden Prabowo untuk mengendalikan defisit anggaran negara. Berdasarkan surat Menteri Keuangan No. S-181 tanggal 1 April, total alokasi DIPA dipangkas Rp12,71 triliun, dari Rp118,89 triliun menjadi Rp106,18 triliun.
Awalnya, Rp4,8 triliun dialokasikan untuk IBM dalam DIPA 2026, yang setelah dibahas dengan DPR, dinaikkan menjadi Rp5,48 triliun.
“Kami telah melakukan beberapa kali simulasi dengan direktorat-direktorat, dan kami berkomitmen mengembalikan pendanaan IBM ke Rp5,48 triliun. Kami akan memberikan pembaruan lebih detail setelah mendapat persetujuan dari Kementerian Keuangan,” ujarnya.
Dia menambahkan bahwa upaya yang sedang berjalan bertujuan memastikan target IBM 2026 terpenuhi agar manfaatnya dirasakan sepenuhnya oleh masyarakat.
Berita terkait: Kementerian PUPR alokasikan Rp13,76 triliun untuk program padat karya
Berita terkait: Menteri minta percepatan pencegahan stunting berbasis desa
Penerjemah: Aji, Kenzu
Editor: Rahmad Nasution
Hak Cipta © ANTARA 2026